Lantik Dema Febi dengan Penguatan Wawasan Keislaman dan Kebangsaan

PELATIKAN DEMA FEBI 1

SAMARINDA IAIN NEWS,- Kampus IAIN Samarinda di pagi yang cerah ini begitu teduh dan syahdu oleh kicauan burung yang beretengger di pepohonan yang hijau yang memenuhi kampus peradaban keislaman terbesar di Kalimantan Timur itu. Begitu pula mahasiswanya yang juga bangga menyematkan jas almamater hijau kebanggaan mereka yang semakin menambah nuansa kampus peradaban itu penuh akan khazanah keilmuan dan pengkajian ilmu keagamaan dan kebangsaan. Kampus hijau, begitulah namanya disematkan oleh masyarakat Kalimantan Timur dan Utara. Kampus yang menjadi rujukan dan kiblat peradaban keislaman di Kalimantan Timur dan Utara ini tidak hanya melahirkan para akademisi tetapi juga menciptakan para organisatoris yang solid, profesional dan bertakwa.

Hari ini, Dekan FEBI, Dr. Bambang Iswanto, M.H, melantik Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA-FEBI) di Auditorium Perpustakaan Lt. 3 Jl. HAM. Rifaddin, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda (8/3/2018).
PELANTIKAN DEMA FEBI 3

Dalam pelantikan DEMA-FEBI ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I, Ahmad Nur Zaroni, M.Ag, Wakil Dekan II, Muhammad Iswadi, M.Si, Kepala Bagian Tata Usaha, Jauhar Arfawi, S.Ag, M.I.Kom, serta seluruh pejabat sub unit kerja di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Samarinda.

Pelantikan ini juga dihadiri oleh Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Rahmat Surya dan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Samarinda, Ficky Yosy Ardiles dan jajarannya dan juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa FEBI yang akan dilantik menjadi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas periode 2018.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI, Dr. Bambang Iswanto, M.H, mengungkapkan, “Organisasi mahasiswa seyogyanya dapat menjadi media yang tidak hanya menjalankan tugas dan fungsinya dalam organisasi tetapi jauh daripada itu, organisasi mahasiswa dalam hal ini juga mampu meng-counter berbagai paham radikalisme khususnya di IAIN Samarinda. Terlebih kasus yang booming saat ini, seputar permasalahan cadar yang kian menjamur di kampus. Karena esensinya, Islam tidak hanya berbicara tentang ritual saja tetapi Islam bisa dilihat dari berbagai pendekatan baik pendekatan sosiologis maupun antropologis”, ungkapnya.

Ia pun menambahkan, “Budaya Arabisasi dan Cadarisme yang kian tumbuh subur di kampus baik kampus umum maupun Islam ini dapat menjadi perhatian ormawa dalam menentukan dan merumuskan berbagai aturan dan kebijakan yang berdasarkan pada wawasan keislaman dan kebangsaan, sehingga nantinya akan melahirkan organisator-organisator yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman dan kebangsaan yang komprehensif tetapi juga solid, profesional, dam bertakwa. Tentunya orang yang punya pengalaman organisatoris komprehensif akan menjadi pemimpin yang hebat di masa depan”, tambahnya. #Arbain.