by

H. Bahrul Hayat Ph.D : Pembelajaran Abad 21 Menuntut Manajemen yang Dinamis

Samarinda, IAIN NEWS,- Untuk menjawab tantangan manajemen pendidikan di era millenial, Program Pascasarjana IAIN Samarinda Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggelar Kuliah Umum.

Kuliah umum atas inisiasi Prodi MPI ini menghadirkan Dr. H. Bahrul Hayat Ph.d dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber utama.


Berlokasi di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Timur Jl. Gajah Mada No. 1 Samarinda, prosesi kuliah umum yang dihadiri oleh seluruh pimpinan IAIN Samarinda dan mahasiswa PPs IAIN Samarinda ini berjalan kondusif dan lancar.

Direktur PPs IAIN Samarinda Dr. Muhammad Nasir, M.Ag mengemukakan, kuliah umum sebagaimana dilaksanakan ini dalam rangka memperkaya khasanah ilmu pengetahuan para mahasiswa PPs IAIN Samarinda.

“Selain untuk mengupgrade pengetahuan, kegiatan semacam ini juga dalam rangka menunjang standar penciptaan suasana akademik di lingkungan mahasiswa Program Pascasarjana,”tutur Direktur.


Dalam kesempatan yang sama Rektor IAIN Samarinda mengatakan bahwa tantangan manajemen saat ini tidak lagi tentang hal yang tampak namun lebih suatu yang abstrak juga perlu ilmu manajemen.

Dr. H. Bahrul Hayat,Ph.d dalam orasinya yang bertema Tantangan Manajemen Pendidikan Abad 21 menyampaikan Kualitas pendidikan bergantung pada kualitas manajemennya.

“Kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari mindset para pengelolanya, karena mindset merupakan perwujudan dari nilai-nilai pendidikan yang mereka yakini,”ungkap narasumber yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Chicago Amerika Serikat ini.


Untuk itu menurutnya pelaksana pendidikan harus peka terhadap globalisasi. Globalisasi baginya telah membuat kehidupan umat manusia bersifat terbuka (open and borderless) dan telah menciptakan peradaban baru manusia dengan perubahan gaya hidup, cara kerja, sistem sosial, politik, keamanan, ekonomi dan budaya.

“Manusia kini hidup di kampung besar global yang sangat majemuk dan terintegrasi (diversed-yet-integrated society). Abad 21 ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi yang sangat dahsyat.
Perkembangan ilmu pengetahuan telah mencapai titik yang sangat spektakuler dalam setiap disiplin ilmu dan sekaligus terjadi lintas disiplin dan multidisiplin,”ujarnya.

Untuk itu Abad 21 menuntut strategi dan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan gaya belajar siswa
dalam lingkungan dan struktur pembelajaran yang lebih fleksibel.

“Strategi dan proses pembelajaran abad 21 menuntut pengalaman belajar siswa yang customized and tailored learning melalui pendekatan student-centric secara daring yang dapat memotivasi semua siswa untuk belajar,”pungkasnya.#(Ari/Usamah)

News Feed