by

Faizuddin Harliansyah, MIM Kenalkan Aplikasi Zotero pada Dosen Peneliti Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Samarinda mengadakan Workshop HKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan tema Menuju penulisan artikel berbasis jurnal terakreditasi yang diikuti seluruh dosen peneliti di lingkungan IAIN Samarinda, Kamis (27/9/2018) di Ruang Auditorium Rektorat Lt. 3 Jl. HAM Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda


Rektor IAIN Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd saat membuka workshop menyampaikan sangat mendukung kegiatan pelatihan semacam ini. Baginya dosen peneliti IAIN Samarinda perlu untuk mengupgrade kemampuan penelitiannya agar mampu bersaing dengan akademisi di perguruan tinggi lainnya.

“Kita semua tentu harus membuka mata agar tidak ketinggalan dalam hal kepenulisan karya jurnal ilmiah,” ungkap Rektor.

Workshop kepenulisan karya ilmiah yang diinisiasi LP2M IAIN Samarinda ini menghadirkan pakar dibidang sitasi jurnal dan karya ilmiah melalui aplikasi Zotero.


“Secara khusus LP2M mengundang Faizuddin Harliansyah, MIM dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau punya kompetensi yang luar biasa dalam sitasi jurnal melalui aplikasi Zotero,” ungkap Muhammad Iwan Abdi, M.SI selaku ketua LP2M.

Melalui kegiatan ini LP2M berharap ada ilmu dan wawasan baru yang dirasakan para dosen di lingkunan IAIN Samarinda tentang cara, teknik kepenulisan yang baik dan benar sesuai standar yang berlaku global.

Faizuddin Harliansyah, MIM selaku narasumber utama dalam workshop yang diikuti seluruh dosen peneliti IAIN Samarinda memperkenalkan aplikasi Zotero. Menurutnya aplikasi ini akan sangat mempermudah dosen peneliti dalam mengolah karya ilmiah sehingga memenuhi standar jurnal yang persyaratkan. Menurutnya dalam sebuah karya ilmiah maupun jurnal unsur utama saat ini yang sangat menjadi pertimbangan para pengelola jurnal adalah unsur novelty.

“Novelty merupakan unsur yang sangat penting untuk menunjang kualitas sebuah karya ilmiah maupun laporan penelitian. Dan melalui aplikasi Zotero ini dosen peneliti dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kadar novelty dalam penelitiannya,” tutur narasumber alumnus Queensland University of Technology (QUT)ini.#MDep

News Feed