by

Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA : Revolusi Industri 4.0 Perlu Disikapi Positif

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga pada Program Pascasarjana (PPs) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertema revolusi industry 4.0 kesiapan keluarga dan tantangan prodi hukum keluarga.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber ahli sekaligus guru besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yakni Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh civitas akademika IAIN Samarinda ini diselenggarakan pada Sabtu (27/10/2018) di auditorium kampus 1 jln. HAM Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda.

Kuliah umum dibuka langsung oleh Direktur Program Pascasarjana IAIN Samarinda Dr. M. Nasir, M.Ag. Di awal sambutannya, Direktur menyambut kehadiran narasumber di tengah civitas akademika IAIN Samarinda dengan dua pantun manis.

“Kain batik dibawa dari Pekalongan
Terimakasih Prof Rofiq berkenan datang di Kalimantan

Gadis cantik menari dengan tangan lincah
Kehadiran Prof Rofiq membawa ilmu berkah,” sebut Direktur.


Pada kesempatan kuliah umum ini Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA menjelaskan Revolusi Industri Keempat adalah sebuah kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi.

“Semua mungkin sudah dapat merasakan dampak dari revolusi ini. Semua sudah punya yang namanya perangkat digital,” tutur narasumber.

Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA juga menjelaskan bahwa dari bidang teknologi biologi saat ini perangkat teknologi medis seperti program bayi tabung, cloning, bank sperma, okulasi sperma, bisnis online, teleconference turut menjadi tantangan tersendiri bagi alumni Prodi HK. Untuk itu diperlukan kecepatan, kecermatan dan ketepatan dalam menjawab tuntutan hidup itu melalui ilmu agama.

Menurutnya terdapat dampat positif dan negatif saat membahas revolusi industry 4.0 salah satu dampak negatifnya jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh. Bahkan angka perceraian disinyalir juga merupakan dampak dari teknologi sehingga korbannya adalah anggota keluarga.

Dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA mengajak kepada mahasiswa pada Prodi HK untuk mengkontruksi keilmuan Hukum Keluarga yang sesuai dengan perkembangan masa. Revolusi industry yang identik dengan digitalisasi, komputerisasi dan kecanggihan teknologi setidaknya menjadi energi untuk disikapi secara positif. Sehingga peran alumni HK dapat dirasakan oleh masyarakat.#tamam

News Feed