by

Panitia Nasional SPAN-UM PTKIN Usul 2019 Gunakan Sistem CBT

BANDUNG, IAIN NEWS,- Kementerian Agama telah selesai melaksanakan Focused Group Discussion (FGD) dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN), di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ini melahirkan beberapa rekomendasi untuk pelaksanaan SPAN-UM PTKIN 2019.

Menteri Agama Lukman Saifuddin melalui Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA membuka langsung kegiatan Focused Group Discussion (FGD) ini. Pesan Menteri Agama yang dibacakan langsung oleh Kamaruddin Amin, menag menilai bahwa PTKIN semakin dikenal masyarakat luas, oleh karena itu perlu adanya inovasi yang lebih baik agar bagaimana kemudian SPAN-UM PTKIN tidak hanya meningkat peminatnya, akan tetapi perlu fokus meningkatkan kajian-kajian kelimuan yang berkualitas dalam perguruan tinggi itu sendiri.


“Sebuah capaian yang luar biasa kepada PTKIN kita yang pada hari ini semakin dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itulah saya meminta adanya inovasi-inovasi bagaimana caranya SPAN-PTKIN ini bisa lebih berkualitas dalam penyelenggaraannya agar jauh lebih bagus lagi” pesan menag

Menag juga mengingatkan kepada seluruh PTKIN di era perkembangan Tekhnologi digital ini agar tidak henti-hentinya mempromosikan Perguruan Tinggi Islam di tengah masyarakat dan menjaga kepercayaan masyarakat yang selama ini di bangun melalui pelayanan publik serta menjaga prestasi yang telah diraih.


“Mari tetap sama-sama mengenalkan kepada masyarat PTKIN kita ini dan menjaga kepercayaan mereka melalui pelayanan publik serta menjaga prestasi yang telah diraih selama,” jelas Menag
Dengan semakin canggihnya teknologi Prof. Dr. Musafir Pababbari selaku ketua Umum SPAN-UM PTKIN sekaligus Rektor UIN Alauddin merekomdasikan agar tahun 2019 mendatang SPAN-UM PTKIN menggunakan sistem Computer Bised Test (CBT). Menurut Dr. Musafir hal ini untuk menjawab kekurangan sistem konvensional yang mana sebelumnya masih menggunakan Paper Based Test.

“dengan kemajuan Tekhnologi maka pelaksanaan SPAN-UM PTKIN 2019 direkomdasikan dengan menggunakan sistem Computer Bised Test, hal ini juga untuk menjawab kekurangan sistem seleksi konvensional yang masih menggunakan paper based test” ucap Dr. Musafir#humas

News Feed