by

Pastikan Awal Jumadil Ula 1440 H, LKIF Adakan Rukyatul Hilal

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Fakultas Syariah (FASYA) melaksanakan Rukyatul Hilal di lantai 4 gedung perpustakaan kampus 2 IAIN Samarinda Jln. HAM. Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda, Senin (07/01/2019).

Berdasarkan pers rilis yang diterima media ini, kegiatan rukyatul hilal LKIF diikuti oleh 12 mahasiswa Fasya yang aktif berkecimpung dalam kajian ilmu falak. Prosesi pengamatan dimulai sejak 16.00 WITA. Ditandai dengan perbandingan data Rukyat standar MABIMS dan standar M. Odeh.


Dari hasil perbandingan tersebut dapat diperoleh hasil bahwa situasi hilal mirip. Meskipun secara teori standar MABIMS menyatakan kemungkinan Hilal terlihat, tapi menurut standar M. Odeh belum menyatakan tanggal 7 Januari 2018 sudah masuk awal bulan Jumadil Ula.

Setelah itu, peserta Rukyat menuju lantai 4 perpustakaan untuk melakukan Rukyat Hilal dengan bantuan kedua data tersebut.


Namun Hilal tidak berhasil dilihat karena tertutup awan tebal. Bahkan 10 menit sebelum masuk waktu Maghrib, pukul 16.23 WITA, matahari sudah mulai tertutup awan.

Peserta Rukyat menentukan sesuai Hadis, bahwa kalau keadaan mendung dan Hilal tidak berhasil dilihat, maka bulan disempurnakan 30 hari. Sehingga menurut standar Rukyat Hilal, awal bulan Jumadil Ula 1440 H. jatuh pada hari Selasa 08 Januari 2019. Keputusan itu sesuai dengan ketetapan Lembaga Falak PBNU yang dibagikan di group Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI).

Sulthon Fathoni, M.Hum selaku dosen ahli di LKIF mengungkapkan Rukyatul Hilal merupakan kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Menurutnya belajar ilmu falak tidak sulit bagi mahasiswa yang ingin belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Untuk itu dirinya berpesan kepada mahasiswa yang ingin belajar ilmu falak bisa bergabung di LKIF.#admin

News Feed