by

Presiden Ajak Antisipasi Radikalisme, Ekstrimisme dan Disintegrasi Umat

JAKARTA, IAIN NEWS,- Di depan peserta audiensi yang terdiri dari para Rektor PTKN dan Kepala Kantor Wilayah se Indonesia yang dipimpin langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat Malam 25 Januari, Presiden Joko Widodo meminta agar Menag dan jajaran di bawahnya ikut mengantipasi radikalisme, ekstremisme, dan disintegrasi umat akibat perubahan-perubahan cepat sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Presiden mengingatkan bahwa Indonesia telah menjadi model bagi banyak negara karena stabilitas nasionalnya yang mantap. Meski ada 730 suku, 1000-an bahasa, dan 17 ribu pulau, Indonesia tidak terjebak dalam perang saudara dan pecah sebagaimana Afghanistan dan Suriah. Ini patut disyukuri, tapi kata Presiden, kondisi terburuk bisa saja terjadi jika kita terlambat melakukan respons yang cepat dalam penanganan. Kita tak boleh bertindak normal dalam perubahan-perubahan yang sangat cepat ini.

Presiden meminta agar setiap institusi jangan hanya melakukan rutinitas tanpa adaptasi radikal terhadap perubahan yang cepat. Rutinitas sekarang tidak relevan lagi dan sebagai gantinya kita harus juga membauhi/membaca dengan tajam perubahan-perubahan yang terjadi. Presiden mencontohkan kekalhan Hilary Clinton oleh Donald Trump yg tak terduga meski survey-survey memenangkan Hilary. Juga kemenangan pro Brexit atas lawannya yang semuanya mengubah lanskap pemerintahan Inggeris.

Presiden mewanti-wanti agar stabilitas bangsa yang sudah baik ini tidak berubah menjadi kondisi yang tidak diharapkan. Dalam konflik selalu terjadi korban. Anak-anak dan kaum wanita selalu menjadi mata rantai terlemah yang paling menderita.

Selanjutnya, terkait dengan peran perguruan tinggi, Presiden meminta agar melalukan penyesuaian-penyesuaian sesuai tuntutan perubahan. Perlu difikirkan adanya fakultas-fakultas manajemen logistik, ekonomi digital, dll. Terhadap UIN dan IAIN juga diminta melakukan hal yang sama. Presiden secara berkelakar akan menyampaikan hal serupa jika diundang ke UIN.

Sebelum sambutan Presiden, Menteri Agama melaporkan hasil-hasil Rakernas. Menag menyampaikan tema, peserta, program, dan capaian Kementerian Agama yang garis besarnya adalah memberi pelayanan kepada kehidupan beragama secara lebih berkualitas. Menag pada intinya menyampaikan bahwa Kementerian Agama telah bekerja keras melakukan visi presiden di bidang pembangunan kehidupan beragama yang lebih baik lagi.#Mudofir Abdullah

News Feed