by

Ajak Guru Bertoleransi, PPIM UIN Jakarta Gelar Diseminasi di IAIN Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Senin, 04/02/2019, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menggelar acara Diseminasi Hasil Survey Nasional PPIM ( Pusat Pengkajian Islam Masyarkat) 2018; Sikap Keberagamaan Guru Sekolah/Madrasah di Indonesia, Pluralitas Keberagamaan Guru di Kalimantan Timur,
Setujukah?. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kampus I IAIN Samarinda Jalan Abul Hasan Kota Samarinda ini Menghadirkan dua presenter yakni Fuad Jabali, Ph dan M. Zaki Mubarak, M.Si, keduanya masing-masing Dosen asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu , dihadiri juga oleh beberapa narasumber yakni, Dr. H. M. Tahir, MM selaku Dekan Fuad IAIN Samarinda, Dra. Endang Sri Rumiati, MM selaku Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Samarinda dan Drs. Baequni, M.Pd dari Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam pemaparan materinya Dr. H. M. Tahir, MM mengatakan,dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru saat ini sudah banyak perhatiannya dari pemerintah, ia juga berharap nantinya guru yang sudah mengabdi bertahun-tahun baik di SD, SMP maupun SMA atau sederajatnya bisa diangkat menjadi PNS oleh pemerintah dan gaji dinaikkan setara golongan Pegawai Negeri Sipil, karena disana peran seorang guru sangatlah besar dalam mendidikan para anak-anak di sekolah, ungkapnya.
“memberikan kesempatan kepada guru-guru sekolah kembali dari jenjang S1 ke Jenjang S2 yang nantinya biaya pendidikannya dibiayai oleh pemerintah. Ini demi meningkatkan kesejahteraan para guru, harapan kita juga nantinya guru yang sudah lama mengajar baik di SD, SMP maupun SMA atau sederajatnya agar bisa diangkat menjadi PNS oleh pemerintah”ungkap Dekan Fuad IAIN Samarinda


Lanjut Dra. Endang Sri Rumiati, MM selaku Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Samarinda, ia mengatakan untuk membangun nilai-nilai yang baik perlunya berangkat dari keluarga dengan pengamalan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist, ia juga mengungkapkan sangat setuju dengan adanya pluralitas keberagamaan guru di Kalimantan Timur. Selain itu, beliau juga merekomdasikan agar gaji penelitian pun perlu ditingkatkan sebagai bentuk perhatian pemerintah. “untuk membangun nilai-nilai yang baik tentu kita harus berangkat dari keluarga sendiri dulu dan tetap sesuai dengan aturan Al-Qur’an dan Hadist, terkait dengan pluralitas di Kaltim saya setuju dengan adanya hal itu di Kalimantan Timur, kami juga berharap agar gaji peneliti ditingkatkan oleh pemerintah sebagai bentuk perhatiannya” ungkap Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Samarinda

Selain itu, Drs. Baequni, M.Pd dari Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur beliau menilai Madarasah mempunyai intoleran yang berbeda ketika dibanding dengan sekolah-sekolah umum lainnya, hal ini menurut beliau karena adanya temuan sebelumnya. “Madrasah itu terdapat potensi intoleran yang berbeda dengan sekolah-sekolah umum lainnya”. Katanya#

News Feed