by

Ribuan Pejuang Ekonomi Syariah Padati Seminar Nasional FoSSEI Regional Kaltim-Kalsel 2019

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Kalimantan Timur-Selatan 2019 menggelar Seminar Nasional Temu Ilmiah Regional 1 di IAIN Samarinda Jln. HAM. Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda, Jum’at (22/02/2019).

Acara Seminar Nasional yang mengusung tema Optimalisasi Peran Ekonomi Islam Melalui Industri 4.0 Menuju SDG’s 2030 ini dimotori oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda dan Pegadaian Syariah ini dihadiri oleh para pejuang dan pecinta ekonomi Islam.


Doni Alfahri selaku ketua panitia melaporkan Seminar Nasional ini dihadiri oleh beberapa Perguruan Tinggi yakni Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (HMP EKIS) Unmul, LDF An-Nur Unmul, Politeknik Negeri Banjarmasin, STEI Madani Balikpapan, Foses IAIN Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) dan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.


“Seminar nasional ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yakni Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) banjarmasin, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (HMP EKIS) Unmul, LDF An-Nur Unmul, Politeknik Negeri Banjarmasin, STEI Madani Balikpapan, Foses IAIN Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda (POLNES), Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Kami haturkan terimkasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan atas terselenggaranya acara ini,” tutur Doni.


Rektor IAIN Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd melalui Dr. Zurqoni, M.Ag selaku wakil Rektor I membuka resmi acara seminar nasonal bertema Optimalisasi Peran Ekonomi Islam Melalui Industri 4.0 Menuju SDG’s 2030 ini.

Dalam sambutannya Dr. Zurqoni, M.Ag mengatakan perubahan ekonomi global pada saat ini sedang berada di titik perubahan besar sehingga berdampak sangat fundamental terhadap aktivitas fisik hingga digital. “Semoga dengan adanya seminar nasional ini peserta dapat pencerahan untuk bekal diri dalam menghadapi revolusi industri 4.0,”harapnya.

Seminar Nasional bertema Optimalisasi Peran Ekonomi Islam Melalui Industri 4.0 Menuju SDG’s 2030 ini menghadirkan para pakar ekonomi Islam dan langsung dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Samarinda Dr. Bambang Iswanto, M.HI.

Ahmad Akbar Susamto, SE, M.Phil, Ph.D, dalam materinya mengatakan perkembangan zaman yang dihadapi sekarang merupakan hal yang tidak mungkin dihindari oleh manusia. Sehingga perkembangan tersebut dapat mengantar masyarakat untuk lebih mudah dalam aktifitasnya. Namun revolusi industry 4.0, pun mampu memberi dampak negatif misalnya lebih dari 10 juta orang harus kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh robot. Ekonom care Indonesia yang sekaligus pengamat ekonomi ini juga menyebut di Negara China lebih dari 60 .000 tenaga kerja kehilangan pekerjaan di bulan Mei 2016 ketika mereka diganti dengan tenaga robot.

“Untuk itu kita harus bijak dan pandai dalam menapaki revolusi industry 4.0 ini,” sebut Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen UGM itu.

Deputy Bisnis PT.Pegadaian Samarinda Ahmad Zaenudin yang juga bertindak sebagai pemateri menyampaikan saat ini pegadaian Syariah mulai menyesuaikan diri dalam rangka optimalisasi ekonomi Islam. Hal itu tercermin dari berbagai kebijakan, strategi serta implementasi transaksi yang dilakukan oleh PT Pegadaian dalam menghadapi era digital.

Dalam forum nasional ini hadir pula Gilang yang merupakan Presedium Nasional FoSSEI. Ia menyebut mulai Februari hingga Maret 2019 akan ada 14 seminar nasional skala nasional. Hal ini menurutnya merupakan bentuk komitmen FoSSEI dalam menggerakkan mahasiswa untuk belajar mendakwahkan Ekonomi syariah.#Idris




News Feed