by

Seminar Nasional dan MoU IAIN Samarinda bersama UMM

MALANG, IAIN NEWS,- IAIN Samarinda jalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (15/07) di Kapal Garden Hotel Jl. Raya Sengkaling No.188, Sengkaling, Mulyoagung, Kec. Dau, Malang, Jawa Timur 65151.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh rektor IAIN Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd bersama rektor UMM disela-sela pelaksanaan seminar nasional yang menghadirkan Key Note Speaker Prof. Dr. Arskal Salim, MA. Direktur Diktis Kemenag RI.

Dalam paparannya Prof. Dr. Arskal Salim, MA. menyampaikan Visi Dirjen Pendis yakni Menjadikan PTKIN sebagai pusat
Kajian Islam moderat dengan mengusung integrasi Islam dan Sains, Inovatif dan daya Saing.

Untuk mewujudkan Visi tersebut, Prof. Dr. Arskal Salim, MA. menyampaikan 6 arah pengembangan PTKIN ke depan antaranya
tentang perluasan akses terkendali, hal ini penting karena jumlah APK kita masih rendah yakni 30 persen dibanding negara asia lain yang mencapai 20 persen.

“Namun di saat yg sama kita batasi pula penerimaan mhs prodi yang sudah overload, misalnya PAI. Untuk itu kita akan arahkan pada Pengembangan Profesionalisme Guru, hal tersebut bertujuan untuk membekali guru di daerah yang harus menyesuaikan kompetensinya,” jelasnya.

Selain itu Dirjen juga menyoroti Peningkatan Mutu akreditasi kelembagaan 2020 sd. 2024 dari nilai B menjadi A. Pun Peningkatan kualifikasi dosen, melalui Program 5000 doktor, karena ke depan akan ada regulasi di mana magister tidak bisa lagi mengajar di S1.

Masalah Akselerasi percepatan Guru Besar dan Jurnal Ilmiah BEREPUTASI INternasional tidak luput dari perhatian.

“Saat ini Jurnal kita yg masuk kategori Sinta 2 baru semitar 30 an, sementara Sinta 1 sangat ter atas jumlahnya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pembuka acara, Rektor UMM Dr. FAUZAN, M.Pd. menyampaikan bahwa hingga saat ini Pendidikan Tinggi masih merupakan sebagai Pilar Utama dalam membangun Etika moralitas kebangsaan, oleh karenanya, kata beliau Pendidikan Tinggi tidak boleh hanya sukses untuk dirinya sendiri, tapi lembaga Pendidikan Tinggi harus dapat menunjukkan kontribusinya dalam upaya merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ditempat yang sama Rektor IAIN Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd. didampingi Wakil Rektor 3 Dr. Abzar D. M.Ag memaparkan kebijakan pendidikan agama Islam di Kaltim dengan mengedepankan pendidikan berwawasan washatiyah, dalam hal ini senada dengan tema seminar Nasional yakni peran PTKIN dalam mewujudkan Muslim HANIEF. Ia memaparkan potensi lembaga pendidikan Tinggi Islam di Kaltim dalam mengawal anak anak bangsa untuk menjadi muslim yang hanief, yang senantiasa konsisten dengan ajaran Islam, namun secara bersamaan tetap dapat menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam konsep kebersilaman yang moderat.#tamam

News Feed