Cuti Akademik

  1. Cuti kuliah adalah hak mahasiswa untuk tidak memprogramkan studi pada semester tertentu karena ada keperluan/kepentingan yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan akademik secara rutin
  2. Mahasiswa dapat mengambil cuti kuliah sesudah mengikuti perkuliahan sekurang-kurangnya dua semester bagi S.1 dan satu semester bagi S.2
  3. Mahasiswa yang mengambil cuti diwajibkan memiliki surat keterangan cuti akademik (SKCA) yang dikeluarkan oleh Dekan/Jurusan/Direktur Pascasarjana
  4. Mahasiswa yang tidak melakukan herregistrasi dalam semester tertentu, maka secara otomatis dinyatakan cuti akademik dan mahasiswa yang bersangkutan diberikan surat keterangan  cuti bagian akademik dan kemahasiswaan.
  5. Mahasiswa yang dicutikan secara otomatis oleh lembaga tidak berhak mendapatkan cuti tambahan.
  6. Masa pengurusan surat keterangan cuti mulai akhir semester yang sedang dijalani dan paling lambat 2 bulan setelahnya.
  7. Izin cuti diberikan kepada mahasiswa maksimal 4 semester dengan ketentuan bahwa cuti hanya diizinkan berturut-turut selama 2 semester untuk program sarjana (S.1). sedangkan untuk mahasiswa (S.2) maksimal 2 semester.
  8. Mahasiswa yang sedang izin cuti diwajibkan membayar SPP, apabila tidak membayar SPP dianggap mengundurkan diri (Drop Out)
  9. Masa cuti studi tidak dihitung sebagai masa studi mahasiswa.
  10. Cara pengajuan cuti sebagai berikut
    1. Mahasiswa terlebih dahulu mengajukan surat permohonan izin cuti kepada Dekan/Direktur Pascasarjana yang diketahui oleh orang tua/wali dan dosen penasehat akademik dengan cara mengisi formulir.
    2. Surat permohonan disertai dengan alasan yang kuat dan dibuktikan surat keterangan dengan alasan pengajuan cuti
    3. Dekan fakultas/direktur pascasarjana menerbitkan surat keterangan cuti akademik dengan tembusan ke bagian akademik kemahasiswaan paling lambat 2 bulan setelah surat izin cuti keluar.

 

Be Sociable, Share!