MA’HAD

PROFIL DAN SEJARAH TERBENTUKNYA PESANTREN KAMPUS IAIN SAMARINDA

 

PROFIL PESANTREN KAMPUS

Sosok mahasiswa dianggap sebagai suatu komunitas yang penting untuk menggerakkan masyarakat Islam menuju kekhalifahannya yang mampu membaca alam nyata sebagai sebuah keniscayaan ilahiyah (QS. Ali ‘Imran: 191).   Oleh karenanya, upaya untuk mewujudkan mahasiswa yang benar-benar memiliki predikat “Ulul Albab”  sangat mendesak. Karena ia merupakan cikal bakal lahirnya ilmuan (ulama) yang diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan agama dan tehnologi.

Sebagai sebuah Perguruan Tinggi Islam Negeri yang ada di Kalimantan Timur, IAIN Samarinda memegang tanggung jawab dalam rangka menciptakan ilmuan (ulama) yang intelek-religius. Dan pintu gerbang untuk menuju ke predikat tersebut adalah penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris, ditambah dengan pendalaman ilmu-ilmu lain yang terkait khususnya ilmu keIslaman.

Di samping itu, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi agama Islam pada umumnya dalam menghadapi masyarakat modern diantaranya adalah bagaimana PTAI khususnya IAIN mampu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan akan tenaga-tenaga profesional. Bagaimana IAIN berkompetisi dengan dunia pendidikan lain dalam menciptakan lulusan yang bisa memasuki dunia kerja yang dalam perkembangannya terdapat bidang-bidang yang semakin kompetitif.

Ada dua permasalahan besar yang muncul, yaitu : Pertama, bisakah SDM alumni IAIN  memasuki wilayah ini? apakah lulusan IAIN  bisa terserap di lembaga pendidikan lanjutan dalam rangka melakukan studi atau melakukan penelitian? apakah secara tehnis akademis mereka mempunyai bekal kemampuan bahasa (Arab dan Inggris) yang digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di dunia modern?. Kedua, perkembangan dunia modern ternyata membawa implikasi tarik menarik nilai satu dengan yang lain yang secara moral atau etik normatif harus direspon IAIN  dengan memperkuat dimensi akhlak SDM-nya. Di sektor ini, permasalahan yang muncul adalah apakah penanaman nilai-nilai religius dan akhlak mulia yang ada di IAIN  akan memberikan pondasi yang kuat bagi lulusannya?

IAIN Samarinda menilai bahwa program “Pesantren Mahasiswa” merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengkader calon-calon ulama yang berkualitas. oleh karenanya, pesantren mahasiswa ini menekankan pada dua aspek : pendalaman keagamaan dan pengembangan kebahasaan (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris). Bahasa Arab (termasuk pula bahasa Inggris) merupakan kunci pembuka sumber ilmu Islam atau akar ilmu-ilmu keislaman seperti Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, hadis, fiqhi dan lain-lain, semuanya berbahasa Arab, di samping bahasa Inggris sebagai pelengkap atau alat pengembangan wawasan secara global.

 

SEJARAH TERBENTUKNYA PESANTREN KAMPUS IAIN SAMARINDA

Ide pembukaan pesantren mahasiswa sebagai pengembangan dari program bahasa Arab dan bahasa Inggris Intensif yang berlangsung sejak puluhan tahun, diwacanakan oleh tim yang diantara anggotanya : Anis Masykur, Yahya Rizai, dan Said Husin, lebih dari itu diusulkanlah dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) pesantren mahasiswa, yang kemudian disetujui oleh pemerintah dengan memberikan bantuan dana yang sifatnya “gelontoran”.

Menindaklanjuti rencana tersebut, pada penghujung tahun 2005, dilakukanlah studi banding ke pulau Jawa, dengan mengunjungi beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan pesantren mahasiswa, ketika itu dua orang dosen yang melakukan studi banding ialah : Mustamin Fattah dan Khairy Abushairy. Tempat yang dikunjungi adalah : Ma’had ‘Ali UIN Malang, Pesantren KH. Hasyim Muzadi Malang, Fakultas Pendidikan dan Sastra UM Malang, Universitas Umar Ibn al-Khattab Sidoarjo, Boarding School IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Tindak lanjut dari studi banding tersebut, dengan dukungan berbagai pihak terutama pimpinan STAIN Samarinda, maka pada bulan Mei 2006, diadakan workshop pengembangan pesantren mahasiswa yang berlangsung selama empat hari bertempat di hotel Bina Rahayu, dihadiri kurang lebih 40 orang peserta yang berasal dari dosen STAIN Samarinda dan calon instruktur bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Sedangkan nara sumber pada workshop tersebut adalah: Ahmad Fuad Effendi (Pengajar Bahasa Arab), Isyraqunnajah (pimpinan Ma’had ‘Ali UIN Malang), Abdurrahman Mas’ud (dari Jakarta), dan Dr. Susilo (pengajar bahasa Inggris dari Samarinda),  Prof. Dr. Fahmi Arif dan Drs. HM. Said Husin masing-masing dari STAIN Samarinda.

Berdasarkan Persiapan yang telah dilaksanakan tersebut, maka tim kecil yang merupakan tim kelanjutan dari panitia workshop pengembangan pesantren yang diketuai oleh Mustamin Fattah, merumuskan pedoman penyelenggarakan Pesantren Mahasiswa (nama sebelum berubah menjadi Pesantren Kampus).

Setelah dilakukan persiapan yang cukup, termasuk yang paling krusial adalah tempat pelaksanakan pesantren mahasiswa, tempat di lingkungan balai diklat kehutanan sungai Kunjang, maka pada awal September 2006 diadakanlah pembukaan secara resmi dengan dihadiri semua pihak STAIN Samarinda termasuk beberapa undangan dari luar (Kemenag kota Samarinda, Majelis Ulama Provinsi Kaltim, dan diselenggarakan di Auditorium BDK Samarinda.

Pesantren Mahasiswa dilaksanakan di Balai Diklat Kehutanan selama kurang lebih 30 bulan terdiri dari tiga angkatan, angkatan 2006, 2007, dan 2008 (setengahnya pindah ke kampus Abul Hasan). Pelaksanaan pesantren di BDK berlangsung dengan system asrama, dalam arti semua mahasiswa tinggal di dalam asrama sehingga pembinaannya dapat dilakukan secara maksimal.

Sementara pesma berlangsung di BDK, sempat diadakan jadwal workshop  evaluasi dan redesain  Kompetensi program pesantren mahasiswa (pesma) Sekolah tinggi agama islam negeri (STAIN) samarinda tanggal, 09-12 Juli  2007. Workshop tersebut menghasilkan beberapa perbaikan pada kurikulum dan sistem pembelajaran di Pesma.

Setelah kurang lebih 30 bulan pelaksanaan pesantren mahasiswa di BDK, dengan alasan bahwa pihak BDK akan menggunakan kembali asrama dan fasilitas belajarnya untuk kegiatan pendidikan sekolah kehutanan, maka pesma kembali dilaksanakan di dalam kampus STAIN Samarinda Jl. KH. Abul Hasan, dengan beberapa penyesuaian.

Pada tahun 2012 (tahun ajaran baru 2012-2013), nama Pesantren Mahasiswa kemudian berubah menjadi Pesantren Kampus yang kemudian disingkat PESKAM, dan pelaksanaan kegiatan kepesantrenan secara total di pindah ke kampus II IAIN Samarinda Jl.. H. M. Rifaddin Kel. Harapan Baru Kec. Loa Janan RT. 24 Samarinda Seberang dan terus berlanjut sampai sekarang.

Be Sociable, Share!