by

Strategi Pengelolaan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

SAMARINDA, BERITAIAIN,- “Tulis apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu tulis” terang Prof. Dr. Ir. Mansur Ma’shum selaku anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ketika mengisi acara Fokus Grup Discussion (FGD) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Samarinda Selasa (2/8/2016).

Bagi Mansur Ma’shum yang telah lama bergelut di bidang perakreditasian institusi , selama ini yang menjadi kelemahan lembaga perguruan tinggi baik di bawah naungan kementrian agama maupun kementrian pendidikan dan kebudayaan juga swasta adalah tidak tercatat dan terdokumentasinya segala kegiatan yang telah dilakukan dengan baik.

“Banyak yang harus dibenahi jika mau lembaga kita terakreditasi dengan baik. Terutama dari sisi dokumentasi dan pencatatan. Selama ini saya kira IAIN Samarinda di bawah kepemimpinan Rektor Mukhamad Ilyasin telah banyak melakukan sesuatu untuk kepentingan dan pengembangan lembaga ini,” terang Mansur Ma’shum.

Menurut Profesor yang aktif sebagai asesmen di BAN-PT itu, IAIN Samarinda dalam waktu dekat harus menggairahkan kembali semangat Lembaga Penjamin Mutu (LPM) di lingkungan IAIN untuk kembali menghidupkan ruh LPM itu sendiri. Apalagi menurutnya LPM adalah lokomotif utama dalam pengembangan Program Studi (Prodi) di suatu lembaga.

“Kalau lokomotifnya bergerak dan dilakukan perencanaan dan pencatatan dengan baik dan benar tentu IAIN tidak perlu gusar dalam menghadapi teman dari tim assessor,” pungkasnya.

Sementara itu Prof. Dr. Susilo, M.Pd dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman (Unmul) yang juga bertindak sebagai narasumber pada FGD IAIN Samarinda itu mengatakan ada beberapa hal yang menarik untuk didiskusikan dari lembaga Unmul sebagai sebuah universitas dan IAIN.

“Saya kira dari kita semua tahu perihal kebijakan. Kebijakan akan membawa pengaruh cukup signifikan bagi berkembangnya suatu lembaga terutama ketika dia diakreditasi. Untuk itu, kita harus pintar-pintar mempola suatu kebijakan,” tutur Profesor muda itu ketika menyampaikan pendapatnya di FGD IAIN Samarinda di gedung Rektorat lantai 3 Jalan H.A.M. Rifaddin Loa Janan Ilir.

Susilo menyatakan jika lembaga ingin kuat secara kualitas, maka pemimpin dalam hal ini rektor harus tahu bagaimana caranya mempostur anggaran agar orientasinya fokus kepada penguatan lembaga melalui Tridharma Perguruan Tinggi.#Tamam/ Humas

News Feed