by

Civitas Akademika IAIN Ikut Tangani Terorisme

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Liputan media massa harus memiliki kesadaran terkait etika dan tanggung jawab moral terhadap dampak dari pemberitaan yang disajikan pada masyarakat. Setidaknya itulah yang menjadi fokus Sofyan Masykur, Ketua Bidang Pemberdayaan Media Massa, Humas dan Sosialisasi, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Timur dalam pemaparannya pada acara Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Ketika Meliput Isu Terorisme di Hotel Grand Victoria di jalan Letjend. S. Parman Samarinda, Kamis (11/8/2016).

Menurut Sofyan Masykur media massa sebagai suplyer informasi bagi masyarakat harus mampu menjadi partner negara dalam mengambil langkah preventif untuk mencegah tindakan dan aksi terorisme di lingkungan masyarakat.

“Media massa harus memiliki kesadaran yang baik secara etika maupun secara tanggung jawab pada masyarakat sebagai konsumen informasi atas pemberitaan yang disajikan. Karena bagaimanapun kepentingan publik itu posisinya di atas kepentingan jurnalistik itu sendiri,” papar Sofyan Masykur.

Masih dalam pemaparan Sofyan Masykur terkait aksi dan gerakan terorisme, menurutnya sebagai penyedia informasi, keberadaan seorang jurnalis jangan sampai menimbulkan hal yang kontradiksi dengan tujuan didirikannya media massa sebagai penyaji informasi bagi masyarakat. Sehingga bisa menimbulkan keresahan dan kekacauan.

“Dalam menulis dan menyiarkan berita terorisme, seorang jurnalis harus berhati-hati agar tidak memberikan atribusi, gambaran dan stigma yang tidak relevan. Sekali lagi tindak criminal terorisme itu adalah kejahatan individu atau kelompok yang tidak terkait dengan agama ataupun etnis,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Ketika Meliput Isu Terorisme, di Hotel Grand Victoria di jalan Letjend. S. Parman Samarinda itu kalangan jurnalis dari berbagai media massa cetak maupun elektronik Kalimantan Timur. Selain itu, turut hadir kalangan akademisi seperti Civitas Akademika IAIN Samarinda yang terdiri dari 5 dosen, 5 anauncer Radio Pesona IAIN Samarinda dan beberapa mahasiswa Fakultas Usuludin, Adab dan Dakwah.

Dari pantauan IAIN News mereka terlihat antusias mengikuti diseminasi yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nasional (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim.

Selain Sofyan Masykur, bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme itu adalah Dr. Hj. Nurul Shobah yang memaparkan pentingnya komunikasi publik dalam upaya kontra propaganda radikal terorisme.

Disampaikan dosen IAIN Samarinda itu bahwa fenomena global gerakan radikal dan teroris di Indonesia semakin menggurita dan menjadi ancaman bersama. Hal itu bisa ditunjukan dengan banyaknya aksi terorisme yang terjadi. Untuk itu menurut Nurul Shobah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya ancaman propaganda terorisme diperlukan sinergitas semua pihak.

“Pegiat media diharapkan mampu melakukan literasi media kepada masyarakat untuk menangkal radikal dan terorisme dengan memberi ruang lebih kecil pada kekerasan narasi pemberitaan mengenai radikalisme dan terorisme,” tutupnya.# Tamam/ Humas

News Feed