by

Cegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Penguatan Lembaga Dakwah Kampus dan Birokrasi Kampus

-IAIN Samarinda-1,302 views

SAMARINDA IAIN NEWS,- Untuk kesekian kalinya, IAIN Samarinda dipercayakan menjadi salah satu kampus yang menggagas pencegahan terorisme di perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Kalimantan Timur melalui kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan di Auditorium Kampus I, Jl. Abul Hasan Kota Samarinda (18/10/2017).

Dalam kegiatan dialog ini, dihadiri oleh beberapa orang narasumber yang konsen dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Timur khususnya yaitu KH. Ahmad Syafi’i Mufid (Ketua FKUB Jakarta), Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd (Rektor IAIN Samarinda), Prof. Dr. Irfan Idris, MA (Direktur Deradikalisasi BNPT), Iwan Setiawan, S.Kom (Testimoni Korban Aksi Kejahatan Terorisme), Pejabat BNPT dan FKPT Kaltim serta dihadiri oleh seluruh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Kalimantan Timur, dosen, dan elemen tokoh masyarakat.

Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme ini bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman bahwa Kalimantan Timur merupakan kawasan yang sudah masuk zona merah (red zone) sebagai salah satu wilayah yang sudah terkontaminasi oleh virus-virus radikalisme dan terorisme. Untuk itu, maka out put kegiatan ini mampu menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran lembaga dakwah kampus dan birokrasi kampus dalam pencegahan terorisme khususnya di Kalimantan Timur. Sehingga dengan adanya lembaga dakwah kampus dan birokrasi kampus dalam pencegahan terorisme ini, dapat diketahui sedini mungkin berbagai gerakan radikalisasi dan terorisme di kampus untuk dapat ditanggulangi dan dicegah laju pertumbuhannya.

KH. Ahmad Syafi’i Mufid mengungkapkan, “Kampus merupakan sasaran ‘empuk’ selanjutnya untuk dapat menyemai ideologi radikal. Karena ideologi tak akan pernah mati, meskipun organisasi mereka telah dibekukan. Bisa kita lihat banyaknya gerakan dari organisasi radikal yang bermula dari kampus untuk menerapkan konsep khilafah. Hal ini sungguh sangat memilukan. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, mereka ingin mengganti ideologi Pancasila. Perlu diketahui bersama, khilafahnya NKRI adalah Pancasila”, Ungkapnya.

Senada dengan ungkapan di atas, Rektor IAIN Samarinda, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd, menambahkan, “Peran birokrasi kampus dalam pencegahan radikalisme dan terorisme sangat penting, karena kampus bukan saja wahana pewarisan ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana penyemaian ideologi. Untuk itu, perlu dilakukan beberapa cara dalam mencegah radikalisme dan terorisme di kampus yakni dengan perekrutan dosen secara selektif, pembelajaran berwawasan multikultural, penguatan organisasi kemahasiswaan, dan membangun kesadaran berbasis keteladanan seluruh stake holders kampus”, tambahnya. #Arbain.

News Feed