by

Tim Kemenko-PMK RI Kunjungi Lokasi KKN Tematik Revolusi Mental

-IAIN Samarinda-1,376 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,-KKN Tematik Revolusi Mental (Revmen) IAIN Samarinda resmi dilepas pada tanggal 16 Juli 2018 oleh Rektor IAIN Samarinda. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 45 hari dan di sebar ke 60 wilayah desa/kelurahan.

KKN Tematik Revmen merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional dan kemitraan sebagai salah satu bentuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.


Program KKN-RM yang dilaksanakan tahun 2018, berbasis pada 3 nilai-nilai yakni Integritas, Etos Kerja, dan Gotong-royong, dengan implementasi 3 nilai melalui sikap perilaku melayani, bersih dan tertib kepada masyarakat di kota maupun di desa agar terbangun berkarakter mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Melalui program ini gerakan aksi revolusi mental melalui partisipatif masyarakat akan lebih luas dan masif. Disela-sela kegiatan tersebut, tepatnya pada hari Rabu, 25 Juli 2018, Tim dari Kemenko-PMK RI yang dipimpin Bapak Drs. H. Sahlan, M.SI, Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan berkesempatan melakukan kunjungan (monitoring) di kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tim Kemenko PMK didampingi oleh Ketua LP2M IAIN Samarinda Muhammad Iwan Abdi, M.SI. Pada kesempatan tersebut dilakukan audiensi dengan para mahasiswa serta Dosen Pembimbing Lapangan.

Dalam sambutannya Ketua LP2M menyampaikan, bahwa pergeseran paradigma KKN TEMATIK REVOLUSI MENTAL dari development menjadi empowerment menandai adanya perubahan mendasar bahwa KKN TEMATIK REVOLUSI MENTAL tidak hanya berisi kegiatan kerja civitas akademika IAIN SAMARINDA untuk masyarakat tetapi berisi rangkaian kegiatan integrative interdisipliner yang dikemas secara strategis untuk menyelesaikan permasalahan secara tuntas dan dilaksanakan bersama masyarakat dengan memerankan masyarakat sebagai pelaku penting dan utama dan mengedapankan tema tertentu didasari kebutuhan di lokasi KKN tersebut serta melibatkan para pemangku kepentingan lain yang terkait.


“Dengan demikian, perubahan paradigma ini mampu memberikan wacana dan kesempatan kepada civitas akademika IAIN SAMARINDA bersama masyarakat dan para mitra kerja untuk bersinergi dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program KKN TEMATIK REVOLUSI MENTAL untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, mahasiswa diperankan sebagai problem solver, motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam proses penyelesaian masalah dan pembangunan/pengembangan masyarakat. Melalui pembaruan konsep tersebut, kehadiran mahasiswa sebagai intelektual muda diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai agen atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat menyelesaikan masalah yang sdihadapi masyarakatnya,” tuturnya.

Diketahui pada kesempatan itu pula Asisten Deputi Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan memaparkan tentang 5 agenda kerja revolusi mental yaitu Program Gerakan Indonesia Melayani, Program Gerakan Indonesia Bersih, Program Gerakan Indonesia Tertib, Program Gerakan Indonesia Mandiri, Program Gerakan Indonesia Bersatu.


Kelima hal ini menjadi acuan para mahasiswa dalam mendesain dan merealisasikan program kerja. Beliau mencontohkan program-program sederhana, semisal program lingkungan bersih dengan membudayakan gotong royong warga, pembangunan MCK, budaya membuang sampah dan lain-lain.

“Contoh kegiatan untuk gerakan Indonesia bersatu yaitu dengan menangkal radikalisme yang sekarang sedang marak dan salah satu segmennya adalah masyarakat pedesaan,” sebutnya.
Ketua LP2M IAIN Samarinda itu juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi agen perubahan salah satunya dengan melalui program KKN Tematik REVMEN ini, dengan memberikan contoh keteladanan dalam bermasyarakat sehingga dapat merubah karakter masyarakat menjadi lebih baik.#Humas

News Feed