by

Antusias, PA Tenggarong Sambut Pergerakan BMC Kaltim

SAMARIDA, IAIN NEWS,-Borneo Mediation Center (BMC) Kaltim sebagai lembaga semi otonom bentukan Fakultas Syariah IAIN Samarinda, hadir sebagai wadah berhimpunnya Mediator profesional bersertifikat.

Dengan jumlah mediator sebanyak 20 orang, BMC Kaltim merasa penting untuk melakukan audiensi ke lembaga-lembaga Peradilan.

Sementara ini difokuskan ke Pengadilan-Pengadilan Agama. Sebagaimana terlihat pada Rabu (15/05/2019) BMC yang dimotori H. Murjani, S. Ag, SH, MH selaku Direktur, ibu Dr. Lilik Andar Yuni, M.SI sebagai sekretaris, serta H. Nasrun, MH & H. Ihsanul Karim, MH sebagai pengurus & anggota tim mediator BMC Kaltim berkesempatan melakukan kunjungan ke Pengadilan Agama (PA) Tenggarong, Kutai Kartanegara. Kunjungan ini disambut dengan hangat oleh plh Ketua Drs. H. Taufikurrahman, M.Ag & Rumaidi, SH selaku sekretaris PA Tenggarong.

H. Murjani, S. Ag, SH, MH selaku Direktur BMC menyampaikan Keberadaan BMC di kaltim dengan sejumlah mediator profesional bersertifikat diharapkan bisa bersinergi dengan kebutuhan lembaga pencari keadilan dalam memberikan layanan mediasi, khususnya di lingkungan PA Tenggarong.


“BMC sebagai lembaga yang memiliki mediator bersertifikasi maka perlu untuk melakukan sosialisasi di lingkungan pengadilan agama di Kaltim-Kaltara,”ujarnya.

Sementara itu plh. Ketua PA Tenggarong dalam penuturannya merasa gembira atas kunjungan ini yang sekaligus merupakan implementasi MoU (memorandum of understanding) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh dua lembaga PA Tenggarong & Fakultas Syariah pada saat kegiatan Seminar Hukum & Launching BMC Kaltim 30 April 2019 yang lalu.

Drs. H. Taufikurrahman,M.Ag menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesediaan BMC Kaltim yang sudah mewadahi para mediator profesional demi melayani kebutuhan masyarakat.

“Sementara kami hanya memiliki mediator hakim, yang sebenarnya bersifat sementara karena belum memiliki mediator profesional yang bersertifikat sebagaimana diamanatkan Perma No. 1 tahun 2016 tersebut. Oleh karenanya permohonan penempatan 7 personil mediator yang ada sangat menunjang kinerja & performa lembaga PA Tenggarong ke depan dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, ketua PA mengajak melihat-lihat fasilitas ruang mediasi yang cukup representatif yang dimiliki PA Tenggarong.

“Ini ruang mediasi kami, idealnya kami memiliki fasilitas ruang mediasi & ruang kaukus yg terpisah, tapi sementara beginilah keadaannya, kalau mediator mau melakukan kaukus, layanan secara terpisah, ya harus bergantian,”pungkasnya sembari tersenyum.

Selanjutnya rombongan BMC mohon undur diri, pamitan untuk selanjutnya mempersiapkan agenda audiensi ke Pengadilan Agama lainnya. #beritabmckaltim

News Feed