by

Akademisi UIN Antasari Cermati Pernikanan Dini di Kalsel

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Sebagai salah satu bentuk kegiatan pertanggungjawaban akademik, tiga akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar diseminasi penelitian di Hotel Swissbell Samarinda, Rabu (04/09/2019).

Kegiatan diseminasi hasil penelitian UIN Antasari Banjarmasin Tingkat Regional bertema pernikahan dini dan pendidikan anak di Kalimantan Selatan ini dihadiri para peneliti sekaligus dosen IAIN Samarinda.

Prof. Dr. Fahmi al Amruzi dari hasil penelitiannya yang berjudul legalitas pernikahan dini melalui dispensasi pengadilan agama di Kalimantan Selatan mengemukakan alasan tingginya pernikahan dini baik dalam praktik nikah di bawah tangan maupun legal melalui dispensasi kawin di Kalimantan Selatan ada yang berasal dari internal anak, yakni faktor pendidikand an pergaulan.

“Sedangkan secara eksternal anak berasal dari pemahaman keagamaan orang tua serta kultur dan budaya setempat,” ungkap Prof. Dr. Fahmi al Amruzi.

Adapun pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara dispensasi kawin menurut Prof. Dr. Fahmi al Amruzi didasarkan pada fakta persidangan dengan menggunakan pertimbangan procedural dan substansial yang didasarkan peraturan perundangan dengan tetap memperhatikan prinsip Hukum Islam yang bersumber dari ayat al Quran dan hadis serta kaidah fikih.

Sedang Dr. H. Hamdan melalui penelitiannya yang berjudul Pendidikan Agama Anak dalam Keluarga single parent se Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa dari hasil penghumpunan data serta analisa yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa single parent dalam arti janda di kota Banjarmasin yang mengasih anak usia 4-15 tahun cukup menyadari dan memperhatikan urgensi pendidikan agama bagi anak.

Peneliti berikutnya Helmi Mizani yang meneliti pendidikan Islam pada anak yang orang tuanya nikah dini di Kalimantan Selatan menuturkan para orang tua menyadari bahwa wajib mendidik anaknya agar menjadi orang yang bertakwa. Akan tetapi dalam hal materi pendidikan Islam dan metode pendidikan Islam pemahamannya masih relative kurang dan berakibat pada proses tahapan pelaksanaan pendidikan Islam.

Dari pantauan media ini diseminasi oleh akademisi UIN Antasari di Samarinda berlangsung lancar. Diseminasi yang dimoderatori langsung oleh Wakil Dekan Fakultas Syariah Dr. Lilik Andaryuni berakhir dengan dialog keilmuan yang konstruktif.#Tamam

News Feed