by

Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.Ag. Alumni PTKI Harus Mampu Berkompetisi di Era Millenial

SAMARINDA, IAIN NEWS,- IAIN Samarinda kembali menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Magister (S2) dan Sarjana (S1) Serta Dies Natalis Ke-5 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda terbilang istimewa. Pasalnya Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.Ag. yang dilaksanakan di IAIN Samarinda turut hadir dalam gelaran wisudawan/wisudawati program sarjana (S.1) XXXI dan Magister (S.2) VII serta pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., tahun ini.

Rapat senat terbuka yang dilaksanakan di Gedung Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 IAIN Samarinda Jl.H.A.M Rifaddin, Kamis (17/10/19) ini dibuka langsung oleh Ketua Senat Dr. H. Akh. Bukhari, M.Ag.

Dalam orasi ilmiahnya bapak Prof. Dr. Phill. H. Kamaruddin Amin, M.Ag. selaku Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI mengatakan mahasiswa diharapkan dapat memiliki literasi dibidang sosial dan budaya mampu memiliki kemampuan berkolaborasi sebagai bagian dari kompetensi yang dimiliki untuk bekerja sama, bisa membangun tim yang kuat, serta memiliki karakter dan kreativitas.

“Mahasiswa PTKIN harus mampu memiliki literasi dibidang sosial budaya sebagai bekal untuk berkompetisi di era millennial ini” Pungkasnya.

Beliau juga menambahkan, Lembaga Pendidikan Islam khususnya PTKIN Seluruh Indonesia telah berkontribusi secara fundamental untuk menciptakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar didunia yang berdemokrasi. Maka dari itu tugas Lembaga Pendidikan adalah merawat, mempertahankan Islam Indonesia yang toleran, moderat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai demokrasi, sehingga kedepannya dapat dipertahankan serta ditingkatkan.

“PTKI telah berkontribusi secara fundamental untuk menciptakan Indonesia sebagai negara demokrasi di negara dengan penduduk muslim terbesar serat mempertahankan Islam yang toleran, moderat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan” jelas Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.Ag. di hadapan ratusan wisudawan.

Globalisasi merupakan sebuah tantangan, suka atau tidak, cepat atau lambat dimanapun berada dan berkarir maka kita selalu dituntut untuk bersaing, berkompetisi secara lokal maupun nasional secara nasional bahkan internasional. oleh sebab itu generasi milenial anak-anak bangsa serta mahasiswa yang baru saja wisuda harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan serta persaingan globalisasi, mempersiapkan diri dengan kompetensi dan literasi, kapasitas dan kualifikasi yang dimiliki untuk bisa berkontribusi.

“pasca diwisuda nantinya lulusan IAIN Samarinda harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan globalisasi” tutup Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI itu.

Sementara itu Rektor IAIN Samarinda, Dr. H. Mukhammad Ilyasin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan selamat kepada para wisudawan atas ketekunan, keuletan dan keberhasilan mereka dalam menyelesaikan program studi masing-masing.

“Setelah ini secara resmi kami mengembalikan para wisudawan kepada keluarga masing-masing, selamat kepada para wisudawan telah menyelasaikan tugas akademiknya, ini semua berkat keuletan dan ketekunan selama kurang lebih empat tahun lamanya” terang Rektor IAIN Samarinda.

“Bukan rebana sembarang rebana

Ini rebana dengan musik gembira

Bukan sarjana sembarang sarjana

Ini sarjana dari IAIN Samarinda”

“Pergi ke kota membeli nangka muda

Jangan lupa membeli buah duku

Putra-putri kita telah diwisuda

Kini saatnya mencarikan menantu” Tutup Rektor dengan pantun

Dari informasi yang media himpun, pada wisuda tahun 2019 ini, IAIN Samarinda melepas lulusan sebanyak 461 orang yang terdiri dari lulusan program sarjana (S1) sebanyak 337 orang dan program Magister (S2) sebanyak 84 orang. #olip/pkl/fuad

News Feed