by

Sambut Sumpah Pemuda, TBI Gelar Perkuliahan Menggunakan Pakaian Adat

-AKADEMIA-225 views

SAMARINDA, IAIN NEWS, -Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Jurusan Pendidikan Bahasa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menggelar suasana perkuliahan yang berbeda.

Pasalnya setiap mahasiswa yang mengikuti kelas pada tanggal 28 Oktober 2019 untuk prodi TBI diwajibkan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga mahasiswa hadir dengan menggunakan pakaian adat seperti, Betawi, Batak, Sulawesi Selatan, Bali, Padang Hingga Papua.

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa ibu Rostanti Toba, M.Pd. menyampaikan dalam menyambut hari sumpah pemuda Prodi TBI menggelar perkuliahan menggunakan Pakaian adat sebagai pemahaman kepada mahasiswa untuk menerima keberagaman dan cinta tanah air serta bermental Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu penggunaan pakaian adat dapat memupuk kesadaran bahwa setelah mahasiswa lulus dan terjun ke masyarakat, mahasiswa bisa memahami Indonesia secara utuh dengan keberagaman yang ada di masyarakat.

“perkuliahan dengan menggunakan pakaian adat ini merupakan momen untuk memperingati hari sumpah pemuda dan juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang keberagaman yang ada di Indonesia dan cinta tanah air serta mental bhinneka tunggal ika yang mereka harus punya” jelas ibu Rostanti sewaktu dikonfirmasi oleh media ini di ruangan Jurusan Bahasa FTIK.

Menurut Dosen Pengampu matakuliah Cross Culture Understanding (Pemahaman Lintas Budaya) Mrs. Nadia Sya’ya, M.Tsol. mengungkapkan bahwa kegiatan ini menumbuhkan jiwa persatuan dengan memahami budaya yang ada di seluruh Indonesia sehingga menimbulkan kekuatan kolektif yang dapat bermanfaat bagi umat manusia sesuai dengan pernyataan Robert Alan.

“kegiatan ini selain sebagai peringatan sumpah pemuda juga dapat menumbuhkan jiwa persatuan dengan memahami budaya yang ada di Indonesia seperti pernyataan Robert Alan Cultural Defferences Should not Separate us From Each Other But Rather Cultural Diversity Bring A Collective Strength That Can Benefit of All Humanity”. Terang ibu Nadia saat dikonfirmasi media ini melalui whatsapp. #kh/humasiainsmd

News Feed