by

Sinergitas Sema Dema Dengan Pimpinan IAIN Samarinda Kunci Keharmonisan Dan Kemajuan

-Mahasiswa-134 views

SAMARINDA, IAIN,- Sinergitas antara lembaga Mahasiswa dengan Pimpinan Perguruan Tinggi merupakan prasyarat mutlak dalam meningkatkan mutu kampus.

Sinergitas antar keduanya merupakan dasar peningkatan kehidupan yang harmonis dalam berorganisasi di sebuah Perguruan Tinggi khususnya di lingkungan IAIN Samarinda.

Hari ini, Rabu (29/4/2020) Sema dan Dema menggelar dialog terbuka yang melibatkan unsur Pimpinan IAIN Samarinda. Dialog tersebut membahas beberapa hal yang dinilai kurang efektif baik dari segi akademik maupun kemahasiswaan.

Dari pantauan media ini, turut hadir dialog terbuka tersebut Rektor IAIN Samarinda, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., Wakil Rektor 1, Dr. M. Nasir, M. Ag., Wakil Rektor 2, Prof. Dr. Zurqoni, M. Ag., Wakil Rektor 3, Dr. H. M. Abzar, A. Ag., kepala Biro AUAK, Drs. H. Saifi, M.Pd., Kabag Keuangan, Kepala TIPD, Ketua Sema dan Dema serta Lembaga Pers Mahasiswa.

Rektor IAIN Samarinda, Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., dalam sambutannya, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Sema Dema untuk melakukan dialog. Bagi Rektor dengan adanya dialog tersebut tentu menjadi tanda Kesinergitasan antara mahasiswa dan birokrat kampus. Namun, lanjutnya, sebagai lembaga negara tentu mempunyai aturan yang wajib dipatuhi bersama berkaitan dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Kami dari unsur pimpinan sangat mengapresiasi kegiatan ini, tapi perlu kami sampaikan bahwa sebagai lembaga negara tentu kita harus ikut aturan pemerintah pusat maupun daerah”. Ujar Rektor IAIN Samarinda.

Dalam tanggapannya, Rahmi selaku ketua Sema menyampaikan pertanyaan terkait pedoman administrasi akademik terutama yang mengatur tentang kontrak belajar mahasiswa. Bagi ketua senat itu, pada dasarnya kontrak belajar merupakan kesepakatan bersama antar dosen dan mahasiswa, tapi justru terkadang kebijakan kontrak belajar tersebut menyesuaikan waktu dosen yang bersangkutan sehingga dapat merugikan mahasiswa.

“Pada dasarnya kontrak belajar merupakan kesepakatan bersama antar dosen dan mahasiswa, tetapi kadang-kadang pelaksanaan kuliahnya tetap mengikuti waktu luang dosen yang bersangkutan, sehingga merepotkan mahasiswa yang mempunyai jadwal kuliah padat”. Tanya Ketua Sema IAIN Samarinda.

“Setiap awal perkuliahan, seluruh dosen baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap diundang untuk mengikuti pertemuan dengan unsur pimpinan baik tingkat rektorat  maupun fakultas. Di antara tujuannya adalah sosiolisasi standar proses perkuliahan dan berbagai pedoman lainnya serta penyampaian hasil evaluasi pembelajaran dosen semester sebelumnya. Pedoman sudah ada bahkan telah disahkan oleh Rektor, secara kebijakan dan sosialiasi telah dilakukan kepada setiap fakultas, nanti mereka akan mengimplementasikannya. Itulah sebabnya setiap awal semester semua fakultas mengumpulkan para dosen untuk mensosialisasikan semua aturan yang ada itu, termasuk sistem kontrak belajar kemudian akan di evaluasi baik dari fakultas itu sendiri maupun oleh tim  Audit Mutu Internal (AMI) IAIN Samarinda”. Jawab Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Samarinda, Dr. M. Nasir, M. Ag.

Selain itu, Fatimah selaku ketua Dema IAIN Samarinda yang turut hadir dalam dialog menyampaikan pertanyaan terkait Satgas Covid-19 dalam mendistribusikan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak bencana pandemi Covid-19.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa masih ada mahasiswa yang tinggal di asrama maupun luar asrama karena tidak bisa kembali ke kampung halaman dengan berbagai alasan. Tentu kita harus peduli dengan nasib mereka”. Tanya Ketua Dema IAIN Samarinda tersebut.

“Seperti yang sudah kita tahu bahwa IAIN Samarinda telah memiliki Satgas Covid-19 yang ditugaskan oleh Rektor. Alhamdulillah sejak dibentuk Satgas tersebut telah dan terus berupaya melakukan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 seperti melakukan penyemprotan desinfektan beberapa kali  maupun menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa di asrama, bahkan setiap hari menyalurkan makanan siap saji. Selanjutnya kita butuh sinergi dengan Sema-Dema supaya dapat menyampaikan data mahasiswa IAIN Samarinda yang di luar asrama, sehingga kami dapat menyalurkan bantuan sebagaimana mestinya”. Jawab ketua Satgas Covid-19 IAIN Samarinda, Drs. H. Saifi, M.Pd.

Dari pantauan media ini, Sema Dema juga turut menyampaikan beberapa pertanyaan mahasiswa seperti problem sistem kuliah selama pandemi, efektivitas kuisioner setiap semester, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang dikeluarkan oleh Institusi Perguruan Tinggi dan kebijakan Kemenag terkait penurunan UKT akibat dampak pandemi.#humasiainsmd

News Feed