by

Abdul Syakur: Puasa Saat Corona Sebagai Jalan Ketakwaan

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Kiprah salah satu Dosen IAIN Samarinda lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang satu ini sudah tidak diragukan lagi dalam menyampaikan pesan dakwah di tengah masyarakat muslim Kota Samarinda. Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.H., atau akrab disapa Ustadz Syakur. Senin, (20/4/2020)

Di tengah Pandemi Covid-19 bertepatan dengan bulan Ramadhan 1441 H., melalui Program Umpat Betakun di saluran TV Islamic Center Kalimantan Timur beliau kembali hadir menyampaikan tausyiah agama yang berjudul “Optimalisasi Amal Ibadah di Bulan Suci Ramadhan Pada Masa Wabah Pandemi”.

Dalam tausiyahnya, ustadz Syakur mengajak kepada masyarakat muslim untuk memaksimalkan ritual ibadah Ramadhannya meskipun berada pada situasi pandemi Covid-19. Sebab, bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia. Pada bulan Ramadhan ada malam yang lebih baik dari seribu bulan yang disebut Lailatul Qadar. Sehingga, bagi orang yang sudah mengerti agama sangat menantikan datangnya bulan Ramadhan, bahkan ada orang yang berdo’a sejak bulan sya’ban agar dipanjangkan umurnya sampai bulan Ramadhan.

“Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat nantikan bahkan kita telah memohon kepada Allah SWT., sejak bulan Sya’ban yang lalu agar kita diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan tahun ini”. Ujar Beliau saat menyampaikan tausyiah melalui aplikasi zoom di saluran TV Islamic Center.

Oleh karena itu, sikap seorang muslim yang baik dengan diberikannya umur panjang sampai bulan Ramadhan ini adalah dengan memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya meskipun berada di tengah pandemi Covid-19.

“Kita harus memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya meskipun berada di situasi pandemi, sebagai muslim yang baik, kita harus mempunyai target khusus, memperbanyak ritual ibadah, sebab puasa dapat mengantarkan seseorang kepada derajat ketakwaan kepada Allah SWT”. Demikian kata salah satu Dosen Fakultas Syariah IAIN Samarinda tsb.

Dengan mengutip pendapat Imam Al-Ghazali, Abdul Syakur Lc, M.H., menjelaskan tingkatan puasa itu ada tiga, yaitu puasa orang awam, puasa orang khusus dan puasa orang istimewa

“Menurut Imam Al-Ghazali ada tiga macam tingkatan puasa pertama puasanya orang awam. Puasa jenis ini hanya sekedar menjalankan kewajiban saja (yang penting telah puasa). Kedua, puasanya orang khusus. Bagi mereka puasa tidak hanya meninggalkan makan dan minum tetapi menjauhi larangan Allah dan hal-hal yang dapat memakruhkan puasanya. Ketiga adalah puasanya orang istimewa. Bagi mereka puasa tidak hanya meninggalkan hal-hal maksiat saja akan tetapi hati dan pikirannya selalu tertuju kepada Allah SWT”. Jelasnya

Oleh karena itu, beliau mengajak kepada umat muslim untuk memanfaatkan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya dapat meraih derajat ketakwaan disisi Allah SWT.#humasiainsmd

News Feed