by

Dr. Hj. Darmawati, M.Hum.: Efisiensi Bermuamalah Saat Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Ekonomi Islam

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Pasca World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, banyak negara kemudian membuat kebijakan pengendalian penyebaran virus tersebut, termasuk di dalamnya negara Indonesia. Mulai dari social distancing , physical distancing sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berbagai kebijakan tersebut dimaksudkan supaya penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir, akan tetapi berbagai kebijakan tersebut ternyata juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Berkenaan dengan hal itu, Dr. Hj. Darmawati, M.Hum., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda melalui siaran TVRI Kalimantan Timur dalam progam Cahaya Ramadhan turut menyoroti fenomena tersebut. Dikemas dalam tema “Menyambut Bulan Ramadhan Ditengah Pandemi Dalam Perspektif Ekonomi Islam”. Senin, (27/4/2020).

Sebaiknya sebagai seorang muslim saat bermuamalah pada bulan Ramadhan ditengah pandemi Covid-19 ini, khususnya dalam berbelanja kebutuhan pokok (sembako) bisa memanfaatkan aplikasi online. Hal ini menurut Hj. Darmawati, selain dapat mengurangi resiko penularan Covid-19 juga dapat mengefisienkan waktu tanpa harus keluar rumah.

“Dengan adanya himbauan social distancing, physical distancing, dan PSBB, sikap kita sebagai muslim yang baik dalam bermuamalah khususnya dalam jual beli adalah dengan memanfaatkan beberapa aplikasi online misalnya, Lazada, Bukalapak, Facebook Instagram bahkan bisa memanfaatkan jasa grab untuk keperluan rumah tangga. Dengan memanfaatkan aplikasi seperti ini, kita tidak mesti keluar rumah sehingga dapat memutus atau paling tidak mengurangi rantai penyeberan covid-19″. Paparnya.

Selain itu, Dr. Hj. Darmawati, M. Hum., menambahkan bahwa dalam berbelanja itu harus sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai keinginan, sebab jika sesuai dengan keinginan maka muaranya nanti akan menjadi manusia boros.

“berbelanja itu harus sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan, kalau menuruti nafsu keinginannya, manusia akan menjadi boros hingga barang yang dibeli mubazir. Seperti telah diingatkan oleh SWT., bahwa sesungguhnya boros itu merupakan saudara setan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”. Demikian penjelasan Dr. Hj. Darmawati, M.Hum., saat mengutip Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 26-27.#humasiainsmd.

News Feed