by

Akhmad Nur Zaroni, M. Ag.: Puasa Ramadhan Merupakan Skenario Penyelamatan Manusia Dari Covid-19.

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Akhmad Nur Zaroni, M. Ag., Wakil Dekan 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menilai puasa Ramadhan merupakan skenario dari Allah SWT. untuk menyelamatkan manusia dari pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan dalam channel YouTube -nya yang berdurasi (4:09″). Sabtu (9/5/2020)

Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang melibatkan kekuatan fisik dan batin kaum muslim secara ekstra, pasalnya mereka harus menahan lapar, haus dan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

“Puasa ini merupakan skenario dari Allah SWT. untuk menyelamatkan kita dari berbagai penyakit termasuk Covid-19. Dengan menjalani puasa Ramadhan, tubuh kita dilatih untuk melakukan metabolisme tanpa asupan makanan dan minuman pada siang hari seperti biasanya. Akibatnya semua persediaan kalori yang ada pada tubuh kita ikut terbakar. Termasuk sisa-sisa timbunan gizi dari makanan yang kita konsumsi, yang jika tidak terpakai akan jadi penyakit. Jadilah puasa Ramadhan sebagai mekanisme klinis pembersihan toksin dalam tubuh manusia secara gratis setiap tahun sekali. Selanjutnya, dengan menjalani puasa Ramadhan, tubuh kita akan sedikit lebih lemah dari hari-hari biasanya, ditambah ada himbauan dari pemerintah untuk social distancing dan physical distancing ini sedikit memudahkan untuk mengendalikan diri (tinggal di rumah) tidak pergi kemana-mana demi memutuskan penyebaran Covid-19. Paparnya.

Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa puasa Ramadhan dapat meminimalisir bahkan menghilangkan penjajahan hawa nafsu terhadap seseorang, sebab salah satu yang dapat menghancurkan peradaban manusia adalah ketidakmampuan menahan hawa nafsu, baik nafsu syahwat, kekayaan maupun kekuasaan. Namun, jika manusia dapat mengendalikan nafsu dengan baik, Insyaallah akan membawa seseorang kepada kemuliaan di hadapan Allah SWT.

“Puasa bukan berarti mematikan hawa nafsu, tetapi puasa merupakan alat pengendali hawa nafsu seseorang”. Jelasnya.

Lanjut beliau, dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang. Demikian saat beliau mengutip Al-Qur’an Surah Yusuf ayat 53.

Lebih lanjut, beliau mengajak kepada umat muslim agar mengikuti dan memanfaatkan skenario Allah SWT. bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya mendapatkan kemenangan dan kemuliaan di hadapan Allah SWT.#humasiainsmd.

News Feed