by

Webinar Nasional Fakultas Syariah Kolaborasi Dengan LP2M IAIN Samarinda Menarik Antusias PTKIN Se-Indonesia

-AKADEMIA-183 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Fakultas Syariah berkolaborasi dengan Humas Fakultas Syari’ah dan Jurnal Mazahib IAIN Samarinda sukses selenggarakan Web-Seminar (Webinar) Nasional dengan tema “Penelitian Hukum Islam kontemporer: Isu, Bidang Kajian dan Pendekatan”. Kamis (11/6/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan via zoom tersebut menghadirkan narasumber lintas Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN). Antara lain Mohamad Abdun, Ph.D., dari UIN Mataram, Muhammad Siddiq Armia, Ph.D., dari UIN Ar-Raniry, Ahmad Rofii, dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Alfitri, Ph.D., dari IAIN Samarinda. Tampil sebagai moderator Muzayyin Ahyar, M.SI., dari IAIN Samarinda.

“Atas nama Fakultas Syari’ah IAIN Samarinda, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan narasumber Webinar Nasional yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan pencerahan kepada para peneliti hukum Islam kontemporer”. Ucap Dr. Bambang Iswanto, M.H., saat membuka acara Web-Seminar tersebut.

Sementara itu, dalam materinya Mohamad Abdun Nasir, Ph.D., fokus membahas Hukum Islam dan Legal Pluralism

“Hukum adalah sesuatu yang mengikat pada pihak-pihak tertentu dan berorientasi pada suatu negara, agama dan adat. Teori legal pluralism pada hukum Islam menolak yang monolitik, mengakomodasi multi kultur dan dapat dijadikan payung hukum”. Paparnya.

Berbeda dengan Mohamad Abdun Nasir, Muhammad Siddiq Armia, Ph.D., fokus membahas tentang Islamic Constitutionalism.

“Metode ini banyak digunakan pada negara yang mayoritas memeluk agama Islam, karena metode ini kompatibel dengan negara yang menerapkan rule of law sebagai alat rekayasa sosial. Pendekatan pada Penelitian Islamic Constitutionalism (IC) adalah multidisiplin yang bisa dikaitkan dengan berbagai kajian keilmuan lainnya, misalnya saja produk halal yang dihasilkan dari laboratorium kemudian dituangkan dalam sebuah regulasi, oleh karena itu, kaitannya adalah dengan menjaga jiwa, maka konektifitas antara isu dan hukum haruslah dikaitkan dengan maqasid sab’ah dengan konsep rahmatan lil alamin dan melindungi minoritas. “Urai Siddiq dalam presentasinya.

Selanjutnya Ahmad Rofi’i fokus memaparkan Penelitian Hukum Doktrinal (PHD).

“Hukum Islam yang berbasis Penelitian Hukum doktrinal harus menggunakan pendekatan Hukum Interdisipliner dengan normatif konstitusional, bagaimana negara berperan dalam Hukum konstitusi, PHD juga masih relevan di zaman sekarang, dimana metode ini mampu mempersatukan berbagai kajian keilmuan, dengan justifikasi dan kritis. “Papar Ahmad Rofi’i.

Pembahasan selanjutnya adalah Emperical Legal Research yang disampaikan oleh Al Fitri, Ph.D., Ketua LP2M IAIN Samarinda.

Emperical Legal Research adalah sebuah metode empiris yang digunakan baik dalam pengajaran maupun penelitian, maka untuk mewujudkan sebuah penelitian yang empiris dibutuhkan kolaborasi dan melibatkan banyak disiplin ilmu yang dapat melihat gejala sosial yang berkembang”. Papar Al Fitri, Ph.D selaku pemateri keempat pada Webinar tersebut.#humasiainsmd

News Feed