by

Respon Positif Atas Tuntutan Keringanan UKT Masahasiswa, Pimpinan Adakan Dialog Dengan Sema-Dema IAIN Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Pimpinan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda gelar dialog tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa terdampak Covid-19 dengan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan IAIN Samarinda, Senin (15/6/2020).

Dari unsur Pimpinan hadir Rektor IAIN Samarinda, Dr. Mukhamad Ilyasin, M. Pd., Para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, Kabag Keuangan, Kabag Kepegawaian dan Humas IAIN Samarinda. Hadir dari unsur Orwama antara lain Sema, Dema dan semua Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Fakultas.

Dari dialog yang tengah berlangsung, pada intinya mahasiswa meminta keringanan pembayaran UKT sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut sesuai dengan tuntutan dalam aksi damai satu pekan sebelumnya di halaman Rektorat IAIN Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Rektor mengatakan, keputusan tentang mekanisme subsidi UKT tersebut masih menunggu payung hukum yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama berupa Peraturan Menteri Agama (PMA).

“Problem seperti ini sudah pasti menjadi fokus pikiran pimpinan lembaga, namun untuk memutuskan subsidi UKT tersebut, kita tidak bisa semerta-merta membuat kebijakan, karena bagaimanapun harus ada payung hukumnya, dalam hal ini ya PMA”. Tegas Rektor.

“Perlu kami sampaikan bahwa, hal ini sudah menjadi kajian di pusat juga, menurut informasi yang kami terima, setidaknya ada tiga opsi untuk membijaksanai permintaan mahasiswa ini, diantaranya adalah perpanjangan masa waktu pembayaran UKT, sistem angsur dan pemberian subsidi kepada yang berhak menerimanya”. Tambahnya.

Senada dengan itu, diruang yang sama, Prof. Dr. Zurqoni, M. Ag., Wakil Rektor 2 Bidang Perencanaan dan Keuangan IAIN Samarinda menjelaskan bahwa, selama ini kampus telah berupaya untuk merespon positif keinginan mahasiswa, namun keberadaan PMA/KMA mutlak adanya sebagai landasan dasarnya membuat kebijakan subsidi UKT mahasiswa. Selain itu, beliau juga yakin dalam waktu dekat Kementerian Agama akan segera merilis regulasi tersebut.

“Pada prinsipnya pimpinan terus berusaha merespon positif keinginan mahasiswa, tapi kan harus ada dasar hukumnya. oleh karena itu, kita berharap dalam waktu dekat ini Kementerian Agama akan merilis mekanismenya”. Ujar Prof. Dr. Zurqoni, M. Ag., Tersebut.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang media himpun, kini Kementerian Agama RI telah merilis mekanisme keringanan UKT yang tertuang pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020.

Mirip seperti kata Rektor IAIN Samarinda, dalam Kebijakan Menteri Agama (KMA) tersebut setidaknya diputuskan tiga skema keringanan UKT yang diberikan kepada mahasiswa PTKIN akibat terdampak Covid-19, diantaranya adalah keringanan (subsidi) UKT, perpanjangan waktu pembayaran UKT, dan angsuran UKT bagi mahasiswa PTKIN yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU).

“Keringanan UKT dapat diberikan kepada mahasiswa apabila mampu menunjukkan bukti dan keterangan yang sah bahwa orang tua atau wali mereka terdampak Covid-19”. Jelas Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin kepada Kompas.com

Seperti dikutip kompas.com., Menteri Agama Fachru Razi mengatakan, melalui KMA tersebut menteri Agama memberikan mandat kepada Rektor untuk menetapkan mekanisme pelaksanaan keringanan UKT di kampus masing-masing.#humasiainsmd

News Feed