by

Tangkal Paham Radikal, Rektor Perintahkan Bentuk Tim Implementasi Moderasi Beragama Pada Penerimaan Mahasiswa Baru 2020

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd., gelar rapat khusus program penguatan moderasi beragama dalam menyambut mahasiswa baru IAIN Samarinda tahun 2020. Rapat dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kabiro AUAK, Para Wakil Dekan 3, Kabag Akademik serta Koordinator Humas IAIN Samarinda. Rabu (24/06/2020)

Rapat dilaksanakan di ruang Rektor dan dimulai tepat pukul 09.00 Wita. Dalam rapat tersebut membahas tentang bagaimana menyikapi calon mahasiswa baru IAIN Samarinda, dimana 80% adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga perlu adanya program khusus untuk membina mental dan spiritual mahasiswa.

Menurut Rektor, rapat ini dilakukan untuk merancang bagaimana nilai-nilai Moderasi Beragama bisa ditanamkan kepada mahasiswa sedini mungkin sehingga diharapkan kedepannya tidak terpengaruh dengan paham radikal, sekuler ataupun liberal.

“Rapat hari ini merupakan langkah awal upaya peningkatan pemahaman Moderasi Beragama Mahasiswa IAIN Samarinda menjadi lebih baik. Sebab perlu diketahui bersama bahwa, mahasiswa yang terdaftar masuk di IAIN Samarinda 80% adalah lulusan SMA, sehingga perlu treatment khusus dalam membina mental dan spiritual mereka sebagai perisai dari godaan paham radikal dan tingkah laku yang melenceng”. Tutur Rektor saat memulai rapat.

Rektor juga berharap agar setelah ini dapat membentuk sebuah tim, sehingga penerapan paham moderasi beragama ini benar-benar bisa masuk dalam alam bawah sadar mahasiswa

Menanggapi hal itu Wakil Rektor 3 Dr. H. M. Abzar D, M.Ag., Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, memberikan informasi terkait hasil keputusan forum Wakil Rektor 3 seluruh Indonesia tentang pelaksanaan PBAK tahun 2020 yang rencananya dilaksanakan secara online/daring. Selanjutnya, kemungkinan Keputusan ini akan dirilis secara khusus melalui Surat Edaran Resmi dari Dirjen Pendis Kementerian Agama RI.

Menurut Wakil Rektor 3, penambahan materi Moderasi Beragama sangat dimungkinkan bisa masuk pada PBAK yang dilaksanakan secara online ataupun semi online nantinya.

“Sesuai hasil rapat forum WR 3 seluruh Indonesia, kalaupun pelaksanaan PBAK dilakukan dengan online sehingga waktu pelaksanaan bisa bertambah menjadi tujuh hari bahkan bisa lebih, semua bisa menyesuaikan mekanisme nanti”. Terang Dr. H. M. Abzar D, M.Ag.

“Saya kira sudah pas, kita memasukkan materi Moderasi Beragama pada pelaksanaan kegiatan PBAK 2020 sebagai upaya mewujudkan visi IAIN Samarinda yang “Terdepan Dalam Pengembangan Peradaban Keislaman”, selain itu, bisa juga dijadikan bahan untuk kajian pada agenda masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) IAIN Samarinda” tutur WR 2 Dr. Muhammad Nasir, M.Ag.#humasiainsmd

News Feed