by

Webinar FEBI: Dampak dan Solusi Keuangan Syariah Di Tengah Pandemi Covid-19

-AKADEMIA-70 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda sukses selenggarakan Web Seminar (Webinar) “Keuangan Syariah di Tengah Pandemi Covid-19: Dampak dan Solusi”, Kamis (25/6/2020).

Webinar dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Hj. Darmawati, M. Hum. Dalam sambutannya, dekan menyampaikan ucapan apresiasinya kepada panitia penyelenggara, peserta dan kepada para narasumber. Bagi beliau, tema yang diangkat sangat tepat untuk dibahas pada situasi pandemi sekarang ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama panitia, peserta dan para narasumber baik dari dalam maupun luar daerah. Tema yang diangkat pun sangat tepat untuk dibahas apalagi disertai dengan narasumber yang kapasitas keilmuannya sangat mumpuni. Oleh karena itu, besar harapan kami agar para peserta (mahasiswa) dapat menguasai materi yang diberikan sehingga nantinya mampu menjadi solusi dari persoalan masyarakat khususnya pada persoalan keuangan syariah”. Tutur Dekan.

Bertindak sebagai narasumber dalam Webinar online tersebut antara lain: Ahmad Akbar Susamto, Ph.D., selaku Direktur Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah UGM, Sutan Emir Hidayat, Ph.D., Direktur Pendidikan dan Riset Komite Nasional Ekonomi, dan Ahmad Syarif, M.Sc., selaku Pembina KSPM GI-BEI IAIN Samarinda dan Praktisi Pasar Modal.

Dalam materinya, Ahmad Susamto, Ph.D., mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi, sehingga melemahkan permintaan dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya kenaikan biaya produksi akibat gangguan rantai pasokan.

“Kita mengakui bahwa pandemi Covid-19 ini telah membawa dampak negatif, sehingga mengakibatkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan biaya produksi karena adanya gangguan rantai pasokan dan adanya perubahan kebutuhan belanja, baik instansi swasta maupun pemerintah. Oleh karena itu, dengan adanya fenomena ini kami mengajak kepada masyarakat tetap optimis terhadap kebijakan pemerintah saat ini. Misal adanya kebijakan tatanan normal baru, kita yakini bawah pemerintah sedang mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan kondisi seperti semula”. Bebernya

Sementara itu, Sutan Emir Hidayat, Ph.D., justru menilai bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini, terdapat beberapa sektor yang berpeluang tumbuh secara signifikan.

“Kalau kita lihat dampak pandemi Covid-19 terhadap keuangan syariah, justru ada sektor yang berpotensi bisa dimanfaatkan masyarakat, misalnya permintaan makanan dan minuman halal dan sehat meningkat, obat-obatan dan peralatan medis mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi secara global. Di sisi lain Finansial Technologi (FinTech) juga meningkat. Jika sebelumnya setiap kegiatan transaksi harus bertatap muka dengan membawa sejumlah uang tunai, kini dengan perkembangan FinTech transaksi dapat dilakukan tanpa uang tunai, jarak jauh dan dalam hitungan detik”. Jelasnya.

“Maka perlu kita sadari bahwa pandemi Covid-19 ini telah berimbas pada sektor ekonomi. Oleh karena itu, perlu adanya pasar digital untuk menjembatani antara produsen dan konsumen yang terus berjalan seiring berjalannya new normal saat ini”. Tambahnya.

Diwaktu yang sama Ahmad Syarif, M.Sc., sekaligus sebagai Dosen FEBI IAIN Samarinda mengatakan, situasi new normal saat ini merupakan fase pemerintah dalam mengimplementasikan aturan fiskal. Namun, secara kumulatif indeks syariah masih tertekan dan para pelaku pasar domestik masih memperhitungkan keefektifan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 ini.

“Pada situasi new normal ini, para pelaku pasar domestik masih memperhitungkan keefektifan pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 ini, kita lihat grafiknya terus meningkat, sehingga akan berimbas pada aksi jual beli yang dilakukan para investor asing, jika ini terus meningkat dampaknya adalah kurs rupiah terdepresiasi dan nanti tekanan impor makin besar. Oleh karena itu dengan stimulus fiskal yang diambil pemerintah saat ini merupakan langkah sangat strategis untuk menangani masalah ekonomi akibat wabah Covid-19 ini, kita harus dukung dan awasi bersama-sama terutama para pelaku UMKM harus merasakan manfaatnya”. Ujarnya.#humasiainsmd.

News Feed