by

Kukuhkan Mahasiswanya Sebagai Sarjana Hukum, Dekan Fasya Berikan 3 Modal Kecerdasan Untuk Meraih Kesuksesan

-AKADEMIA-141 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Fakultas Syariah (Fasya) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda kembali kukuhkan mahasiswanya sebagai sarjana Hukum melalui Yudisium yang dilaksanakan di Aula Fasya lantai 2 kampus 2 IAIN Samarinda, Jl, H.A.M. Rifaddin Loa Janan Ilir, Selasa (30/6/2020).

Pelaksanaan yudisium diikuti oleh 25 peserta. Terdiri dari mahasiswa Hukum Keluarga (HK) 11 orang, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) 12 orang dan mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) 2 orang. Dihadiri oleh pejabat di lingkungan Fakultas Syariah (Fasya), diantaranya Dekan dan para Wakil Dekan, Kabag, Kasubbag, para Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi, Dosen dan staff kependidikan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Dr. Bambang Iswanto, M.H., selaku Dekan Fasya menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas Akademiknya dengan tuntas hingga mampu meraih gelar Sarjana Hukum.

“Kami sampaikan selamat kepada para mahasiswa yang pada hari ini dinyatakan sebagai Sarjana Hukum”. Ucapnya.

Selain itu, Dekan juga mengatakan bahwa menyandang gelar sebagai Sarjana Hukum bukan final dari proses menuntut ilmu, justru merupakan awal dari perjuangan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jangan bangga dulu dengan apa yang telah dicapai hari ini, karena meraih sarjana itu bukan berarti sudah final dalam menuntut ilmu. Justru setelah anda kembali ke masyarakat, anda akan mengalami ujian yang sesungguhnya di sana, yang perlu disadari bahwa kalian alumni dari sebuah perguruan tinggi keIslaman, artinya di masyarakat anda harus mampu menghias diri dengan akhlak yang terpuji dan religius, tunjukkan kompetensi diri yang berbeda dari sarjana umum lainnya”. Bebernya.

Selain itu, setidaknya ada tiga modal penting yang harus dimiliki alumni Fasya untuk meraih kesuksesan.

“Kami ingin menyampaikan ada tiga modal yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi orang sukses. Antara lain: Pertama, bekal wawasan keilmuan, insyaallah modal ini sudah didapatkan selama kuliah, silahkan diimplementasikan. Kedua kecerdasan sosial, artinya kita harus pandai bersosialisasi dengan siapapun di tengah masyarakat untuk membangun jaringan. Karena bisa dikatakan bahwa jaringan merupakan setengah kesuksesan. Ketiga adalah modal spiritual yakni senantiasa mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Sehebat apapun anda jika tidak mendekatkan diri dan mendapatkan anugerah sang Pencipta maka kecil kemungkinannya bisa sukses”. Terangnya.

“Modal Wawasan keilmuan harus disertai dengan kecerdasan sosial hingga kecerdasan spritual”. Tambah Dr. Bambang Iswanto, M.H.

Di ruang yang sama, Muhammad Matori, S.H., (HK) sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3.88 menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para pimpinan, dosen dan staff Fakultas Syariah IAIN Samarinda yang telah mengantarkannya ke jenjang pendidikan Sarjana (S1).

“Empat tahun telah berlalu, akhirnya pada hari ini kami dinyatakan sebagai Sarjana Hukum, ucapan terimakasih dari kami yang tidak terhingga kepada Sivitas Akademika IAIN Samarinda khususnya Fasya yang telah membimbing kami dari awal kuliah hingga selesai. Pasa kesempatan ini, kami mengajak kepada diri sendiri dan teman-teman agar jangan merasa puas atas capaian ini, karena setelah ini akan mendapatkan ujian yang sesungguhnya di masyarakat”. Harap Muhammad Mattori, S.H.

Dari pantauan media ini, yudisium tersebut dirangkai dengan pemilihan dosen dan tenaga kependidikan terfavorit versi peserta yudisium yakni Ahkmad Sofyan, S.H.I., M.H., sebagai dosen
terfavorit dan Yanti Haryanti, S.H.I., M.H., sebagai tenaga kependidikan terfavorit tahun 2020.#humasiainsmd

News Feed