by

HMPS KPI IAIN Samarinda Bekerjasama Trans 7 Perkuat Kompetensi Mahasiswa Dengan Pelatihan Jurnalistik Investigasi

-Mahasiswa-71 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Himpunan Mahasiswa Progam Studi (HMPS) Komunikasi Penyiaran dan Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Samarinda sukses selenggarakan pelatihan jurnalistik investigasi bekerjasama dengan trans 7. Acara diikuti oleh mahasiswa KPI FUAD IAIN Samarinda.

Kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut merupakan salah satu langkah FUAD mempersiapkan para alumni agar mempunyai kompetensi jurnalistik yang profesional khususnya dalam menyampaikan pesan yang mendalam berdasarkan sumber informasi yang sulit didapatkan.

Sabiruddin, M.A., selaku sekretaris Program Studi (Prodi) FUAD IAIN Samarinda dalam sambutannya berharap agar pelaksanaan pelatihan tersebut menjadi penguat mutu lulusan khususnya para mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam nantinya.

“Kita berharap apa yang disampaikan pemateri dapat diserap dengan baik oleh para mahasiswa. Pelatihan ini menurut saya sangat bermanfaat untuk penguatan kompetensi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam sehingga para lulusan nanti lebih bermutu/berkualitas dalam menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat”. Ungkap Sabiruddin, M.A selaku Sekprodi Komunikasi Penyiaran Islam FUAD IAIN Samarinda.

Sementara itu, Suriyatman, S.Kom. Kontributor Trans 7 dalam materinya menjelaskan bahwa yang terpenting bagi seorang jurnalis adalah mampu meyakinkan publik terhadap pesan yang disampaikan.

“Sebagai jurnalis tugas kita harus mampu meyakinkan publik terhadap pesan yang disampaikan baik melalui media online maupun media cetak. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan, mengolah, menyajikan dan menyebarkan berita dengan menarik”. Ujarnya.

Selain itu, jurnalis dari Trans 7 itu juga menjelaskan beberapa tugas utama dari seorang jurnalis investigasi.

“Untuk jurnalis investigasi ada beberapa tugas khusus yang berbeda dari jurnalis reguler, antara lain: Pertama, mengungkap suatu kasus melalui penelusuran yang panjang dan mendalam terhadap sebuah kasus yang dianggap memiliki kejanggalan. Kedua, Jurnalis investigasi lebih menekankan pada upaya mengungkap fakta yang sebelumnya tersembunyi dari publik. Ketiga, proses kerja jurnalis dalam liputan investigasi dilaksanakan seperti detektif, yaitu menelusuri suatu informasi yang tersembunyi dari banyak sisi kemudian menulis beritanya atau menyampaikan laporannya secara profesional baik itu langsung dari lapangan konflik ataupun di dalam ruang kerjanya”. Jelas dari jurnalis Trans 7 itu saat menyampaikan materi dihadapan para mahasiswa KPI FUAD IAIN Samarinda.#humasiainsmd

News Feed