by

Dr. H. Akhmad Haries, M.S.I., Sampaikan Tiga Pelajaran Dari Nabi Ibrahim As., Kenapa Jadi Kekasih Allah SWT., Pada Kultum Idul Adha Islamic Center

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Salah satu poin kesepakatan Memorandum of Understanding (MoU) yang terjalin antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda dengan Badan Pengurus Islamic Center (BPIC) Provinsi Kalimantan Timur adalah pengembangan dakwah Islam melalui program TV Islamic Center bersama para Dosen IAIN Samarinda.

Menindaklanjuti isi kesepakatan tersebut, salah satu Dosen IAIN Samarinda, Dr. H. Akhmad Haries, M.S.I., tampil di TV Islamic Center menyampaikan pesan-pesan religius melalui program favorit “Kultum Idul Adha”.

Shooting Kultum Idul Adha dilaksanakan di Kampus 1 IAIN Samarinda Jl. KH. Abul Hasan nomor 3 Samarinda. Mengangkat tema “Meneladani Sifat Nabi Ibrahim Sebagai Kekasih Allah”. Kamis (23/7/2020)

Dalam kultumnya Ustadz Akhmad Haries menjelaskan salah satu isi dari kitab Nashoihul Ibad yang membahas tentang keteladanan Nabi Ibrahim As.

“Dalam kitab Nashoihul Ibad dijelaskan bahwa salah satu yang menyebabkan Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasihnya ialah karena Ibrahim senantiasa mendahulukan perintah Allah, tidak pernah risau perkara rizki dan saling berbagi”. Jelasnya

“Bukti pertama Ibrahim mendahulukan Allah, misalnya ketika Nabi Ibrahim diberikan ujian oleh Allah tidak dikaruniai keturunan hingga tua, dan ketika mendapatkan anakpun lagi-lagi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya yang bernama Ismail. Ini semua merupakan ujian yang sangat berat dari Allah SWT., tapi Nabi Ibrahim tetap Istiqomah mendahulukan perintah Allah meskipun harus mengorbankan putranya”. Tegas Dr. H. Akhmad Haries, M.S.I., atau akrab disapa dengan nama Guru Haries tersebut.

Selain itu, beliau juga mengajak kepada masyarakat khususnya umat muslim di Kalimantan Timur agar senantiasa mencontoh akhlak Nabi Ibrahim As., dalam kehidupan sehari-hari.

“Kaum muslimin di manapun berada, ini (kisah Nabi Ibrahim) menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari hendaklah selalu mengutamakan perintah Allah SWT., misalnya saja saat adzan berkumandang maka tinggalkanlah pekerjaan yang kita kerjakan saat itu. Terutama yang terpenting adalah mengutamakan segala perintah Allah seperti yang sudah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim As.”. Ujar beliau.

“Bukti kedua, Ibrahim tidak risau perkara rizki karena sudah ditentukan oleh Allah SWT., tiap-tiap hambaNya. Seperti dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, empat ribu tahun sebelum roh manusia diciptakan, Allah telah mengatur rezeki kita, maka tugas manusia adalah ibadah dan berusaha yang senantiasa disandarkan hanya kepada Allah SWT”. Jelasnya

“Bukti ketiga, Nabi Ibrahim itu tidak pernah makan siang dan malam kecuali ada yang menemaninya, bahkan dalam kitab ini (Nashoihul Ibad) dijelaskan bahwa Ibrahim kadang melakukan perjalanan jauh hanya mencari teman untuk makan bersama”. Tambahnya.

“Kaum muslimin, tiga perkara inilah yang menyebabkan Allah menjadikan Nabi Ibrahim As., sebagai kekasihnya, semoga kita dapat merenungkan dan mengikuti jejak langkah Beliau. Maksudnya adalah bagaimana kita mengutamakan perintahnya Allah, terhadap apa yang pernah kita kerjakan, biarkan Allah yang menentukan hasilnya dan yang terakhir adalah kita senantiasa berbagi kepada siapapun”. Demikian penjelasan Dr. H. Akhmad Haries, M.S.I., selaku Dosen dan juga Ketua Prodi Hukum Keluarga Pascasarjana IAIN Samarinda.#humasiainsmd.

News Feed