by

Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D., Sampaikan Kultum Idul Adha Di TV Islamic Center Bahas Hukum Berkurban Bagi Wanita

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Salah satu bentuk kerjasama antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda bersama Badan Pengurus Islamic Center (BPIC) Provinsi Kalimantan Timur ialah pengabdian pada masyarakat khususnya pada bidang keagamaan.

Hal tersebut membuat Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D., salah satu Dosen Fakultas Syariah IAIN Samarinda kembali tampil di TV Islamic Center dalam acara Kultum Idul Adha. Senin (27/7/2020)

Shooting yang dilakukan di kampus 2 IAIN Samarinda yang terletak di Jl. H. A. M. Rifaddin Loa Janan Ilir Samarinda tersebut mengangkat tema “Hukum Berkurban Bagi Wanita”.

Dalam kultumnya Ustadzah Maisyarah menjelaskan kaum perempuan merupakan makhluk yang istimewa sebab derajatnya diangkat langsung oleh Rasulullah Saw.

“Kita tahu bahwa perempuan merupakan makhluk Allah yang mempunyai fitrah banyak kelebihan, kedudukan yang istimewa dan terhormat bahkan diangkat derajatnya oleh Rasullullah Saw sehingga perempuan dapat merasakan kehidupan yang sangat baik”. Jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kaum perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang sama rata dalam urusan ibadah khusus dalam Hari Raya Idul Adha termasuk berkurban.

“Maka antara perempuan dan laki-laki ini mempunyai kedudukan yang sama dimata Allah khususnya dalam ibadah termasuk berkurban di Hari Raya Idul Adha ini”. Kata Dosen Fakultas Syariah tersebut.

Selain itu, ia juga menjelaskan isi dari salah satu kitab fiqih kontemporer terkait hukum perempuan dalam berkurban.

“Yusuf Qardhawi dalam kitab fiqih kontemporer menjelaskan bahwa seorang perempuan disunnahkan untuk berkurban di Hari Raya Idul Adha. Sehingga kalau kaum perempuan mempunyai kemampuan untuk berkurban, maka ia disunnahkan untuk melaksanakannya, baik untuk dirinya maupun keluarganya”. Pungkasnya.

“Bahkan perempuan diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri jika ia mampu, namun jika tidak mampu boleh diwakilkan oleh orang lain dengan syarat ia (perempuan pemilik hewan kurban) disunnahkan menyaksikan penyembelihan itu sendiri”. Tambahnya.

“Oleh karena itu, ini membuktikan bahwa antara perempuan dan laki-laki mempunyai kedudukan yang sama dalam perkara ibadah khususnya di Hari Raya Idul Adha. Kaum muslimin dimanapun berada marilah menyempurnakan ibadah Sunnah kita agar kehidupan ini semakin bermakna terutama memanfaatkan momentum Idul Adha ini untuk berkurban, karena dengan berkurbanlah, kita akan semakin memahami arti dari sebuah pengorbanan, keikhlasan dan juga saling berbagi antar sesama”. Demikian penjelasan Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D.#humasiainsmd.

News Feed