by

Rapat Dengar Pendapat, Pimpinan Kampus IAIN Samarinda Tanggapi Aspirasi Mahasiswa

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digagas oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda terkait dengan transformasi lembaga menuju UIN direspon secara positif oleh Rektor dan pimpinan kampus. Terpantau oleh media ini saat seluruh pimpinan terkait di lingkungan IAIN Samarinda hadir dan mendengarkan langsung aspirasi dari kalangan mahasiswa di Auditorium 22 kampus 2 Jl. H.A.M. Rifaddin Loa Janan Ilir, Rabu (11/11/2020)

RDP itu digelar guna menumbuhkan sikap kritis mahasiswa dalam menanggapi berbagai hal di lingkungan kampus, termasuk kesiapan lembaga IAIN Samarinda menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Adji Muhammad Idris Kaltim.

Rapat yang dikemas model talkshow itu beri kesempatan setiap lembaga organisasi mahasiswa untuk dapat menyampaikan pandangan hingga pada pertanyaan.

“Kita kan bagian dari IAIN Samarinda, yang ingin kami pertanyakan adalah apakah dalam proses transformasi IAIN Samarinda ke UIN ini mahasiswa dilibatkan?”, demikian pertanyaan Wakil Ketua Dema IAIN Samarinda itu.

Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Samarinda, Prof. Ilyasin menegaskan bahwa cita-cita mulia itu telah ada sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan telah melibatkan berbagai unsur baik dari kalangan dosen, mahasiswa maupun pemerintah daerah.

“Transformasi kelembagaan ini bukan hal baru, tapi sudah ada beberapa tahun terakhir ini, bahkan telah dibentuk tim khusus sebagai perumusnya dan tentu melibatkan semuanya, termasuk mahasiswa. Keterlibatannya tampak secara otomatis dari prestasinya dan itu menjadi penilaian. Selain itu, secara politis kita mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi maupun DPRD, belum lagi secara geografisnya kita ini satu-satunya lembaga PTKIN dari kedua Provinsi yaitu Kaltim dan Kaltara”, tegas Rektor saat RDP berlangsung.

Pertanyaan berikutnya disampaikan salah satu perwakilan mahasiswa terkait kelayakan IAIN Samarinda menjadi Universitas Islam Negeri Kaltim.

“Yang ingin saya tanyakan, seperti apa kelayakan IAIN Samarinda dalam proses transformasi menjadi UIN dan apa urgensinya?”, tanya salah peserta yang mengatasnamakan diri sebagai perwakilan mahasiswa biasa itu.

“Saya melihat perkembangan IAIN Samarinda sangat signifikan, secara geografis di Kalimantan Timur dan Utara cuma satu PTKIN-nya, padahal di Kaltim memiliki lima kerajaan Islam semestinya kita punya universitas Islam besar yang hingga bertaraf internasional, kami juga menyampaikan bahwa satu-satunya Perguruan Tinggi Islam yang memiliki jurnal Sinta 2 berjumlah tiga dan jurnal Mazahib terakreditasi international, dan itu milik IAIN Samarinda”, jelasnya Dr. M. Nasir selaku Wakil Rektor 1 IAIN Samarinda.

Berdasarkan amanat PMA nomor 20 tahun 2020 tentang perubahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, Dr. Nasir memaparkan secara rinci kriteria yang telah dipenuhi IAIN Samarinda antara lain, jumlah dosen, gedung, akreditasi dan lain sebagainya.

Meski begitu, Rektor IAIN Samarinda menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa atas inisiatif RDP tersebut, dengan demikian lembaga dan mahasiswa mendapatkan ruang diskusi bersama terkait kemajuan lembaga kedepan.

Dari pantauan media ini, RDP dihadiri oleh para ormawa di lingkungan IAIN Samarinda, diruang yang sama beberapa perwakilan ormawa turut menyampaikan aspirasinya terkait keadaan di lingkungan fakultas, seperti fasilitas belajar dan sinkronisasi jadwal perkuliahan.#humas(i/m)

News Feed