by

Rektor: Organisasi Harus Adaptif Terhadap Perubahan

Berikut Sambutan Rektor IAIN Samarinda. Prof. Dr. Mukhamad Ilyasin, M.Pd pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka wisuda sarjana S1 XXXIII dan Magister S2 IX di Auditorium 22 Dzulhijjah kampus 2 Jl. H.A.M Rifaddin Loajanan Ilir, Rabu (17/11/2020)

Para Undangan, Hadirin yang berbahagia.

Suatu nikmat yang patut kita syukuri pada hari ini, di pagi hari ini, kita bersilaturahmi dan berkumpul bersama di Gedung Auditorium 22 Dzulhijjah Institut Agama Islam Negeri Samarinda, untuk mengikuti prosesi wisuda sarjana ke-33 dan pascasarjana ke-9 dalam keadaaan sehat dan senantiasa terbangun suasana optimis menyambut suatu masa depan yang gemilang untuk kita bersama.

Bapak Ibu Sdr wisudawan/wati yang berbahagia,

Wisuda bukanlah purna tugas dari kita semua untuk berhenti belajar, namun sebaliknya, ilmu yang sudah anda dapatkan di kampus ini akan dilanjutkan untuk digunakan menyelesaikan dan membantu masyarakat dalam memberikan solusi atas permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks ke depannya.

Karena belajar itu adalah sebuah peristiwa mental atau sebuah proses internal yang tidak hanya melibatkan hubungan stimulus dan respon tapi lebih dari itu, bahwa belajar merupakan aktivitas yang melibatkan kegiatan berpikir yang kompleks dan juga dorongan mental yang dikendalikan oleh otak dan kehalusan budi untuk diniatkan memerdekakan diri dan membantu sesama.

Hari ini lengkap sudah kompetensi anda sebagai seorang Sarjana dan Magister. Namun sekali lagi, proses belajar anda tidak boleh terhenti, karena anda harus melangkapi kebisaan anda sampai akhir hayat nanti sehingga anda mempunyai citra yang indah.

Hidup ini adalah proses pembelajaran. Akan terus belajar dan tidak akan ada kata lulus atau tamat. Karena setiap waktu kita terus belajar dan akan terus begitu sepanjang hayat kita. Demikian halnya dalam bekerja, bersosialisasi dengan lingkungan, menjadi pemimpin, dan lain sebagainya. Setiap waktu kita akan terus belajar bagaimana memposisikan diri, dan bagaimana menjadi lebih baik dari sebelumnya. Belajar dari kegagalan, agar ke depan menjadi sukses. Belajar dari kekhilafan, agar ke depan menjadi lebih mawas diri. Belajar dari setiap apa yang terjadi baik pada diri kita maupun orang lain, kemudian belajar mengambil hikmah dari setiap kejadian tersebut.

Bapak Ibu Sdr wisudawan/wati yang berbahagia,

Begitu juga perjalanan sebuah organisasi, siklus hidup organisasi adalah suatu tahapan perkembangan yang dialami oleh setiap organisasi beserta kondisi, kesulitan dan masalah-masalah transisi serta implikasi yang mengikuti dari setiap perkembangan tersebut. Pertumbuhan dan kemunduran setiap organisasi terutama disebabkan oleh dua faktor yaitu fleksibilitas dalam merespon setiap perubahan lingkungan dan ”kekakuan” (controllability) dalam merespon setiap perubahan. Artinya organisasi harus berproses dan bertumbuh dalam menyikapi setiap perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat sebagai sebuah dinamika.

Setiap tahapan-tahapan yang dilalui oleh organisasi akan selalu memunculkan dinamika yang memerlukan penanganan baik secara internal maupun intervensi dari pihak luar (eksternal). Oleh karena itu pemahaman terhadap setiap perkembangan tahapan organisasi memberikan kemampuan kepada pimpinan organisasi untuk secara pro-aktif dan preventif dan menyongsong persoalan-persoalan organisasi dimasa datang.

Jalan panjang dan berliku telah dilalui oleh IAIN Samarinda, tepatnya tanggal 17 Oktober Enam Tahun yang lalu menjadi sejarah penting secara kelembagaan. STAIN Samarinda berhasil berubah status menjadi IAIN Samarinda setelah melewati perjuangan panjang dan menyita banyak waktu, pikiran dan tenaga. Perjuangan kita tidak cukup berhenti sampai disini. Kita harus membawa IAIN Samarinda menjadi perguruan tinggi Islam ini semakin maju dan luas jangkauannya, mengusulkan kepada Presiden melalui Menteri Agama untuk melakukan perubahan kelembagaan dari bentuk Institut menjadi universitas. Ini bukan semata-mata tugas rektor, bukan semata-mata tugas pimpinan, melainkan tugas bagi seluruh sivitas dilingkungan IAIN Samarinda.

Perjuangan yang gigih dan tanpa mengenal lelah yang dilakukan oleh semua warga kampus dengan membawa spirit kebutuhan agar perguruan tinggi Islam negeri tidak saja melahirkan sarjana agama, tetapi sarjana agama yang memahami sains dan juga teknologi. Manakala perguruan tinggi Islam berhenti hanya berupa STAIN atau IAIN maka akan sebatas melahirkan sarjana syari’ah, ushuluddin, tarbiyah, adab, dan dakwah.

Berangkat dari alasan itu, usulan perubahan dari IAIN Samarinda menjadi UIN merupakan sebuah kebutuhan masyarakat kalimantan khususnya kalimantan timur dan utara. Alhamdulillah usulan tersebut telah mendapat respon baik dari pemerintah, sehingga pada tanggal 6-8 November 2020 telah dilakukan penilaian kelayakan dari Kemensesneg, Kemenkeu dan Kementerian agama.

Berkat doa dan niat baik dari kita semua, alhamdulillah jabang bayi yang telah kita idam-idamkan dan yang kita gadang-gadang selama ini telah lahir kedunia. Tentu saja ini merupakan momen haru sekaligus sebagai sebuah moment yang sangat membahagiakan. Surat Kementerian Sekretaris Negara No. B-852/M.Sesneg/D-1/HK.03.01/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang persetujuan permohonan izin prakarsa penyusunan atas 6 (enam) rancangan Peraturan Presiden tentang Universitas Islam Negeri yang salah satunya adalah IAIN Samarinda. Melalui surat tersebut  Presiden Republik Indonesia telah menyetujui IAIN Samarinda berubah secara kelembagaan menjadi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Perubahan status tersebut merupakan peluang emas sekaligus tantangan bagi kita dalam pengembangan SDM di Kalimantan, Khusunya Kalimantan Timur dan Utara.

Bapak Ibu Sdr wisudawan/wati yang berbahagia,

Salah satu fungsi penyelenggaraan pendidikan adalah menjaga tradisi serta budaya-budaya baik yang selama ini telah diakui sebagai sebuah norma dan nilai. Perubahan status dari IAIN menjadi UIN adalah kehidupan baru yang tentu saja tantangannya juga berbeda dari sebelumnya. Sehingga  memerlukan cara pandang baru, perjuangan baru dan semangat baru, karena tantangan yang akan kita hadapi akan semakin kompleks terutama dalam pengembangan SDM.

Berubahnya IAIN Samarinda menjadi UIN akan membuka ruang integrasi keilmuan. Sehingga tidak ada lagi ada istilah dikotomi ilmu. Karena sesungguhnya ilmu sumbernya hanya satu yaitu ALLAH swt. Akan ada banyak fakultas dan prodi-prodi baru yang tentu saja akan membawa dinamika ke-khasan keilmuan masing-masing. Berangkat dari alasan itulah, penting bagi kita untuk selalu berpedoman pada spirit dan nilai perjuangan para pendiri lembaga ini.

Mari kita jaga dan pertahankan tradisi serta budaya-budaya baik yang sudah ada dengan terus berusaha membangun tradisi serta budaya baru yang lebih baik. Keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan islam harus selaras dengan cita-cita bangsa yaitu membangun manusia yang bisa hidup sesuai dengan zamannya, akan tetapi tidak lupa dengan identitas dirinya sebagai hamba allah dan manusia yang berbudaya keindonesiaan. Menjaga tradisi, mewarisi modernitas adalah merupakan prisip perkembangan manusia dengan peradabannya.

Wassalamualaikum Wr Wb.

Dipublikasikan oleh media Humas IAIN Samarinda

News Feed