by

IAIN Samarinda Gelar Evaluasi Pelaksanaan PMB Jalur SPAN dan UM-PTKIN 2020

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda suskes menggelar evaluasi pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur Seleksi Prestasi Akademik (SPAN) dan Ujian Masuk (UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bertempat di Hotel Grand Sawit Samarinda, Jum’at (20/11/2020).

Evaluasi yang dikoordinatori oleh Dr. M. Nasir, M.Ag selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga tersebut turut mengundang para pimpinan dilingkungan IAIN Samarinda antaranya Rektor dan para Wakil Rektor, Dekan dan para Wakil Dekan, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi, Kepala Unit terkait serta para panitia dan tim sosialisasi PMB tahun 2020.

Acara yang yang dimulai pada pukul 08.00 WITA itu dihadiri langsung Sekretaris Nasional UM PTKIN yang juga menjabat sebagai Rektor IAIN Samarinda. Dalam sambutannya ia menyebutkan salah satu faktor kendala panitia selama penerimaan mahasiswa baru ialah dampak pandemi Covid-19.

“Ini bukan persoalan di IAIN Samarinda saja, sebagai sekretaris nasional mengakui bahwa kita terkendala pada pandemi Covid-19 dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Tapi disisi lain ada hal yang harus kita syukuri sebab dengan pandemi ini kita di PTKIN justru mendapatkan rekor muri telah menyelenggarakan ujian masuk secara online seluruh Indonesia”, ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak kepada pihak terkait dilingkungan IAIN Samarinda agar menyiapkan strategi sosialisasi penerimaan mahasiswa baru pada 2021 mendatang.

“Terkait penerimaan mahasiswa baru mendatang jikalau kita berubah menjadi UIN tentu ada beberapa prodi baru yang harus disosialisasi juga ke masyarakat, saya pikir kita harus mempersiapkan strateginya”, harap guru besar IAIN Samarinda itu.

Sementara itu, Dr. Nasir juga turut menyampaikan capaian dan beberapa kendala pada Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di IAIN Samarinda antara lain jumlah peserta SPAN 440, UM PTKIN 810 dan UMAN 293 orang sehingga dijumlahkan menjadi 1.543 mahasiswa baru

“Adapun kendalanya adalah kouta pendaftaran dibatasi sistem, kita masih kurang sosialisasi PMB di daerah terpencil, dampak pandemi Covid-19 sehingga jadwal selalu mengalami perubahan, karakteristik wilayah Kalimantan Timur masih terdapat beberapa daerah yang mengalami kesulitan jaringan internet dan rendahnya peserta yang melakukan pendaftaran ulang setelah dinyatakan lulus”, tutup Wr 1.

Usai evaluasi digelar Rektor juga turut membagikan beasiswa KIP secara simbolis kepada sejumlah mahasiswa baru IAIN Samarinda tahun 2020.#humas (i/m)

News Feed