by

Lima Mahasiswa IAIN Samarinda Wakili Kaltim Ajang MTQ Nasional di Sumbar

-Mahasiswa-339 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Lima mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda dari berbagai Program Studi (Prodi) mewakili Kalimantan Timur di ajang perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Nasional yang diselenggarakan di Padang pada tanggal 12 hingga 21 November 2020 lalu.

Lima mahasiswa IAIN Samarinda tersebut adalah Shafa’ Salsabila Akbar (KPI) cabang lomba Musabaqah Syarhil Qur’an Putri, Rizky Arysandi (BKI) cabang lomba Qiraat Murattal Remaja, Qorinul Anhar (KPI) cabang lomba Makalah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, Nurlinda Fitriani (PAI) cabang lomba Qiraat Murattal Remaja, Neni Hariyani Khairunnisa (PBA) cabang lomba Tahfidz 5 Juz dan Tilawah.

Dikutip dari Kaltimtoday.co pada MTQ tingkat nasional tersebut kafilah Kaltim berhasil merebut sepuluh juara. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 03/Kep.DH/MTQN XXVIII/2020 yang dibacakan pada penutupan MTQ Nasional 2020 di Masjid Raya Sumetera Barat Kota Padang.

Dalam Surat Keputusan tersebut disebutkan bahwa salah satu pemenangnya adalah Shafa’ Salsabila Akbar yang merupakan Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Samarinda berhasil menyabet Juara Harapan 2 pada cabang lomba MSQ putri kolaborasi dengan Nur Fadillah dan Siti Sakinah (Berau).

Melalui saluran telephone, Shafa’ menjelaskan bahwa dirinya bertugas sebagai pensyarah pada MSQ Nasional tersebut. Kepada media Humas IAIN Samarinda ia juga mengutarakan kegembiraannya telah mencapai tingkat nasional.

“Jadi kebanggan tersendiri, bisa sampai nasional dan bersilaturhami secara langsung para seniman Al-Qur’an”, ujarnya.

Selain itu, dalam syarahannya Shafa’ menyajikan terkait etika komunikasi di media sosial. Menurutnya, salah satu cara untuk meminimalisir maraknya informasi hoax di media sosial adalah semestinya pengguna harus mengedepankan etika.

“Harus mengedepankan tabayyun agar tidak mudah menyerap informasi hoax. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-Hujurat ayat 6 dan 12 tentang larangan mengambil berita dari orang fasik tanpa mencari tahu kebenarannya dan larangan untuk mengumpat dan menceritakan aib orang lain, sebagaimana Sabda Nabi dalam riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam”, jelas Mahasiswa KPI itu melalui saluran telephone.#humas (i/r/m).

News Feed