by

Ruchman Basori: Forum Senat Mahasiswa Harus Jadi Pelopor Moderasi Beragama di PTKIN

-Mahasiswa-306 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Silaturahmi Nasional (Silatnas) forum Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia dirangkai dengan Seminar Nasional dengan tema “Integritas Senat Mahasiswa dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Lingkungan PTKIN”. Kamis (17/12/2020).

Seminar Nasional itu menghadirkan Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag selaku Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama RI dan Dr. Moh. Mahrus, M.H.I selaku Dosen IAIN Samarinda.

Dalam materinya, Ruchman meyebutkan dewasa ini munculnya berbagai macam kelompok-kelompok baru yang kemudian justru mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan gaya ideologi khilafahnya.

Tak hanya sampai disitu saja, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama RI itu juga mengatakan, munculnya kelompok agamis yang gemar menyalahkan orang lain, hingga cenderung mengkafirkan sesamanya hanya karena perbedaan amaliah dalam praktek ibadah.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan, gerakan Islam transnasional sebuah organisasi lintas negara berupa Izbut Tahrir. Menurut Rucman Basori, termasuk kelompok ini dapat mengancam keutuhan Bangsa.

“Kita harus menyadari berbagai kelompok ini. Mereka berpendapat bahwa, salah satu cara keluar dari permasalahan bangsa yakni dengan cara mengubah ideologi pancasila dan mengganti dasar negara dengan sistem Khilafah Islamiah, ini sangat membahayakan Negara.” sebut dia.

Berkaitan dengan hal itu, ia berharap agar para pegiat Sema seluruh PTKIN harus menjadi kelompok yang senantiasa menggaungkan moderasi beragama setiap kampusnya.

“Dalam konteks ini pengurus Sema dimasing-masing PTKIN harus mengambil peran, selain sebagai penghimpun suara dari semua elemen organisasi kemahasiswaan, ia juga harus tampil terdepan menjadi kelompok moderat yang mencintai negaranya, agamanya, mengedepankan rasa kemanusiaan dan mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegas dia via Zoom kepada para peserta Silatnas.

Langkah untuk mewujudkan ikhtiar mulia itu, menurut Ruchman, perlu adanya sinergitas dijajaran antara pengurus Sema dan Dema hingga pada UKM UKK dimasing-masing PTKIN.

“Secara teknis para pengurus organisasi mahasiswa di kampus harus saling bahu membahu, berbagi tugas, tarolah Dema sebagai eksekutif wadah pengembangan bakat bagi mahasiswa, silahkan mengadakan berbagai kegiatan, misalanya workshop, bedah buku, seminar dan lain sebagainya. Maka Sema harus kembali pada khitahnya yaitu sebagai legislator, fungsinya adalah mereka menjadi wahana aspirasi mahasiswa, sebagai advokat berbagai problem mahasiswa,” tukas dia.

Disamping itu, dijelaskan Ruchman, Sema juga harus menjalankan fungsinya sebagai pengawas kegiatan, maksudnya ia harus aktif melakukan pengawasan kepada eksekutif baik pada Dema maupun unit kegiatan mahasiswa internal lainnya.

“Konten-konten moderasi beragama harus dikuasai kalangan Sema dan Dema di kampus, harus satu misi sehingga mampu menjadi pelopor dalam memasarkan Islam yang rahmatan Lil alamin dengan prinsip sikap yang tengah-tengah, tidak ekstrim kiri ataupun kanan, seimbang dalam segala hal,” harapnya.

Sementara itu, Dr. Mahrus menuturkan dalam praktek moderasi beragama mestinya mengedepankan rasa saling mengenal antar satu dengan yang lain. Hal ini, berkaitan dengan yang dijelaskan dalam surah Al-Hujurat ayat 13.

“Allah menciptakan dengan suku dan bangsa yang berbeda-beda tapi kan semuanya sama saja dalam satu saudara. Maka surah ini penting untuk diimplementasikan sebagai dasar moderasi dalam praktek beragama,” ujarnya.

“Berkaitan surah Al hujurat, kita harus saling merangkul, menghormati perbedaan mengedepankan persaudaraan. Maka dalam membangun sikap moderasi beragama mustinya didasari dengan adab dan akhlak serta wawasan keagamaan, komitmen kebangsaan, toleransi tanpa kekerasan, tidak ekstrim dan akomodatif terhadap budaya lokal,” jelasnya.#humas (id/md)

News Feed