by

Rektor Ingatkan Hal Ini Kepada 27 CPNS Baru IAIN Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd menyambut baik 27 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 formasi IAIN Samarinda.

Hal itu terlihat saat Rektor berserta para Wakil Rektor dan Kabiro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Samarinda adakan pertemuan langsung bersama CPNS di Aula Rektorat Kampus 2, Jl. H. A. M. Rifaddin, Harapan Baru, Kecamatan Loajanan Ilir. Senin (28/12/2020).

“Meksipun secara administratif belum dikatakan sah secara mutlak, namun, secara kekeluargaan kami ingin mengucapkan selamat datang di kampus IAIN Samarinda, selamat atas prestasi saudara yang telah mengantarkan ke jenjang ini,” tukas Rektor.

Selain itu, Rektor juga menegaskan agar seluruh CPNS yang telah dinyatakan lulus di IAIN Samarinda memantapkan diri agar fokus meniti karir dan mengembangkan diri di lingkungan IAIN Samarinda.

“Harus yakin bahwa Samarinda inilah yang terbaik, ditakdirkan Allah untuk saudara. Oleh karenanya, bagi yang domisilinya diluar Samarinda mulai sekarang melakukan langkah yang terukur, agar pindah ke Samarinda, kalau domisilinya masih diluar, saya yakin, sedikit banyaknya pasti akan berpengaruh dengan tanggung jawab pekerjaan,” pungkasnya.

Sebagaimana yang diketahui bahwa dalam waktu dekat IAIN Samarinda segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri, berkaitan dengan hal tersebut, Pria kelahiran Purworejo itu mengajak para CPNS yang hadir untuk memegang komitmen dan etos kerja yang tinggi demi mengembangkan lembaga mendatang.

“Sebentar lagi jadi UIN, prinsipnya kita tidak mau buat rumah untuk orang lain, rumah ini harus dibangun untuk kita, maka kita harus punya komitmen, visi yang sama, ikhtiar yang tinggi,” harapnya.

Terakhir Rektor menegaskan bahwa menjadi aparatur sipil negara di lingkungan PTKIN, tepatnya di IAIN Samarinda, para Dosen harus mengantongi kompetensi diri berkaitan dengan keagamaan.

“Maka, saya minta dengan hormat agar saudara memiliki kemampuan itu, yang laki-laki minimalnya, ya mampu mimpin do’a lah, kita tidak mau mendengar lagi ada Dosen IAIN Samarinda yang tidak mampu membaca Al Qur’an. Termasuk output dari perguruan tinggi umum, yang belum merepresentasikan dirinya untuk jadi Dosen di perguruan tinggi agama, mulai sekarang agar mengisi dirinya dengan kompetensi itu semuanya,” tutup.#humas (id/md)

News Feed