by

Abdul Harun Mahasiswa IAIN Samarinda Jadi Delegasi DIKLATPIMNAS di Jakarta

-Mahasiswa-199 views

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Abdul Harun Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda menjadi delegasi kegiatan Pendidikan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional DIKLATPIMNAS yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Pendis Kemenag RI) di Grand Mercure Harmoni Hotel, Jakarta Pusat pada 28-30 Desember 2020 lalu.

Kegiatan perdana DIKLATPIMNAS tahun 2020 Ditjen Pendis Kemenag RI  itu, diawali dengan pembekalan materi yang dilaksanakan 6 hari secara daring via Zoom yakni tanggal 21 sampai dengan 26 Desember kemudian dilanjutkan pertemuan tatap muka dengan mendatangkan peserta selama 3 hari di Jakarta.

Dalam pelaksanaan kegiatan selama 6 hari tersebut, beberapa agenda dilaksanakan rutin mulai pukul 07.00-16.00 WIB. Peserta diharuskan mengikuti beberapa agenda seperti diskusi, membuat karya tulis, refleksi materi hingga penugasan.

“Pesertanya dari seluruh kampus PTKIN, awalnya peserta ikut secara online saja, kemudian ikut offline, kami digodok berbagai macam materi dalam diskusi pelatihan itu,” ujarnya kepada media ini.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 7 sekaligus sebagai Koordinator Menteri Hubungan dalam Negeri DEMA-I IAIN Samarinda tersebut, turut berbangga telah mengikuti kegiatan DIKLATPIMNAS tersebut.

“Terimakasih pimpinan IAIN Samarinda telah memberikan rekomendasi kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini, terimakasih juga kepada panitia penyelenggara yakni Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam bekerjasama dengan Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo,” pungkasnya.

Diketahui, Pelatihan DIKLATPIMNAS tersebut merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama melalui Dirjen Pendis dengan tujuan melahirkan kader pemimpin yang dapat menguasai dan mempraktikkan gaya karakter kepemimpinan yang lebih baik serta belajar berpikir secara kritis dan moderat dengan sikap moderasi beragama yang sedang digalakkan pemerintah demi menghadapi tantangan perubahan sosial dimasa yang akan datang.

Diceritakan Harun, bahwa dalam penutupan tersebut turut hadir Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam sambutannya, Ia mengajak para aktivis kampus agar menjadi mitra pemerintah dalam mensosialisasikan agama yang toleran.

“Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan peserta pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan Nasional diharapkan terus melakukan kontra narasi terhadap isu-isu keagamaan yang intoleran dikampus maupun di masyarakat. Kontra narasi ini perlu dilakukan, apalagi mahasiswa PTKI saudara merupakan salah satu agen moderasi beragama,” harapnya.#humas (hrn/id)

News Feed