by

Kompak, DWP IAIN Samarinda Ikuti Upacara HAB ke-75 Kemenag RI

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Meski Kota Samarinda diguyur hujan, kepada media ini, Hj. Titi Kadi, M.Pd.I selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda mengatakan bahwa seluruh anggotanya turut mengikuti Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama RI yang diselenggarakan di Auditorium 22 Dzulhijjah IAIN Samarinda, Jl. H. A. M. Rifaddin, Harapan Baru, Kecamatan Loajanan Ilir. Selasa (5/1/2020).

“Tentu saja ini Komitmen kita di DWP IAIN Samarinda untuk terus ikuti berpartisipasi setiap kegiatan lembaga, apalagi momentum bersejarah Hari Amal Bakti Kemenag ini,” ujarnya disela-sela acara upacara.

Lebih lanjut, Titi Kadi menyayangkan situasi yang tak kunjung membaik dari pandemi Covid-19 ini, sehingga peringatan Hari Amal Bakti tahun ini digelar dengan sangat sederhana.

“Sederhana sekali peringatan tahun ini, padahal tahun-tahun sebelumnya DWP menggelar berbagai kegiatan seperti bakti sosial, santunan anak yatim, lomba mewarnai, lomba merias tumpeng antar pimpinan hingga jalan santai bersama Sivitas Akademika IAIN Samarinda,” kenang dia.

Turut menjadi inspektur upacara, Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd. selaku Rektor IAIN Samarinda dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan kerukunan antar umat beragama yang menjadi salah satu modal negara untuk maju. Tanpa kerukunan tentu akan sukar menggapai cita-cita bangsa menjadi negara berperadaban.

“Peringatan Hari Amal Bakti tahun ini mengusung tema Indonesia Rukun, Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia,” jelasnya melalui Rektor IAIN Samarinda

Selain itu, dibacakan oleh Rektor, Menag juga menyampaikan Pancasila yang merupakan ideologi pemersatu Bangsa sehingga perlu dijaga sebagai barometer kesatuan dan persatuan.

“Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak. Sejalan dengan itu, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan asas demokrasi dan kedaulatan rakyat. Bangsa Indonesia, dari generasi kegenerasi harus bisa menjaga komitmen nasional tentang landasan bernegara di tengah dahsyatnya percaturan global di bidang geopolitik, ekonomi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain,” jelas Rektor saat menyampaikan sambutan Menag RI.#humas (id/rh/md)

News Feed