by

Rakor Pengisian Dashboard Aplikasi e-SMS

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Unit Teknologi Informasi dan Pangakalan Data (TIPD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda gelar rapat koordinasi persiapan pengisian dashboard aplikasi e-SMS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Periode Pendataan Tahun 2020 secara virtual.

Rapat tersebut dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, PJ e-SMS 2020 dan Petugas Pengisian Dashboard Aplikasi Elektronik Sistem Manajemen Strategis (e-SMS) 2021. Selasa (12/1/2021).

Rapat yang dimulai pukul 10.00 WITA itu, dimoderatori oleh Sugiyono, M.Kom. selaku kepala TIPD IAIN Samarinda. Dalam rapat tersebut, Sugi menyebutkan bahwa capaian e-SMS IAIN Samarinda pada tahun 2018 berada pada peringkat ke-2, dan tahun 2019 peringkat ke-12 se-PTKIN.

“Nah, kalau tahun 2020 ini, pengisian e-SMS nya dimulai sejak tanggal 4 Januari 2021 lalu, dan berakhir pada 31 Maret 2021 mendatang,” sebutnya.

Sugin menyampaikan, e-SMS bisa dikatakan sukses jika ada sinergi dari berbagai unsur dan dukungan penuh dari semua pihak terutama Pimpinan Perguruan Tinggi.

“Kita harus perkuat kerjasama dalam pengisian e-SMS ini, dukungan ibu/bapak sangat penting termasuk pimpinan IAIN Samarinda,” harapnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Samarinda, Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd. menjelaskan bahwa e-SMS menjadi salah satu langkah yang dilakukan sebuah Perguruan Tinggi khususnya IAIN Samarinda untuk meningkatkan mutu.

“Peningkatan mutu yang dilakukan IAIN Samarinda adalah dengan menggunakan manajemen modern yang berbasis kontinuitas dalam meningkatkan mutu. Sehingga, kita harus yakin mampu bersaing secara nasional maupun global,” pungkasnya.

Guru Besar IAIN Samarinda itu juga menyampaikan Sistem Manajemen Strategis bertujuan untuk mengetahui posisi masing-masing PTKIN dalam 4 tahapan pengembangan, antara lain:

Pertama, tahapan Good University Goverment. Pada tahap ini, PTKIN dituntut untuk memenuhi sebagian besar syarat menjadi Perguruan Tinggi yang memiliki tata kelola dan pondasi yang baik, terbentuknya sistem kepemimpinan transparan dan keteraturan dalam siklus kegiatan yang selalu dimulai dengan penetapan Visi Misi dan tujuan strategis, perencanaan program terintegrasi, cara pengelolaan program dan evaluasi.

Kedua, tahapan University’s Performance Improvement. Tahapan ini berada dalam fase peningkatan kinerja dan produktivitas baik di level individu, unit, maupun institusi. Aspek yang harus dicapai berdasarkan Renstra PTKIN adalah pada aspek pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, kualitas layanan maupun produktivitas dosen tenaga kependidikan dan kinerja keuangan.

Ketiga, tahapan Competitive Advantages University. Tahapan tersebut fokus pada penyelenggara jaminan mutu pendidikan dan kurikulum berbasis internasional pada pengelolaan program studi setiap fakultas.

Keempat, tahapan Globally Recognized University. Eksistensi Perguruan Tinggi di tingkat global, ditandai dengan keunggulan di seluruh aspek dengan indikator World Class University dan pemenuhan sub indikator yakni, Socioeconomic Impact, World Destination of Islamic Culture, Civil Society, Top 500 Universities, Nobel Prize, dan International Outlook.#humas (rh/id)

News Feed