by

Eny Yaqut Cholil: Saya Harap DWP PTKIN Jadi Wadah Penanaman Nilai Anti Korupsi

LAMPUNG, IAIN NEWS,- Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang digelar di Bandar Lampung. Kamis (15/1/2020)

Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Pembinaan dan Silaturahmi DWP PTKIN se-Indonesia.

Hj. Eny Yaqut Cholil selaku Penasehat DWP Kemenag RI mengatakan, keberadaan DWP di lingkungan Kemenag RI harus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung kebijakan dan program yang telah dicanangkan.

Menurut Eny, salah satu program terbaru Kemenag yakni memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Masyarakat harus diberikan pelayanan terbaik, termasuk DWP harus menumbuhkembangkan sikap toleransi dan spirit kebersamaan di masyarakat,” tukasnya.

Selain itu, ia juga mengajak kepada para DWP di lingkungan Kemenag agar menjadi wadah dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Progam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) harus diimplementasikan di lingkungan Kemenag, senantiasa mensosialisasikan betapa bahayanya melakukan tindakan korupsi.

“Pastikan bahwa diri kita tidak menjadi bagian yang malah mendorong suami untuk melakukan tindakan korupsi. Untuk itu, kita harus kritis terhadap pendapatan suami. Kita perlu ingatkan bahwa penghasilan yang halal akan bernilai abadi,” tegas penasehat DWP Kemenag itu.

Lebih lanjut, dirinya juga mengajak kepada para DWP agar memiliki persepsi yang sama bahwa Kemenag merupakan menteri yang menaungi semua Agama dan senantiasa menginspirasi untuk pembangunan bangsa yang lebih baik.

“Dan saya percaya bahwa semua Agama, baik Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan  Khonghucu pasti mengajarkan hal yang sama, santun dalam beragama. Moderat dalam beragama menghindarkan kita dari perilaku yang ekstrem. Perilaku yang akan merugikan kita sendiri karena akan menimbulkan permusuhan dan perpecahan diantara kita,” jelasnya.

Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa ukhuwah merupakan landasan penting dalam menjalankan organisasi DWP ini.

“Mengedepankan sikap ukhuwah merupakan bentuk konkret rasa syukur kita terhadap anugerah Tuhan yang luar biasa kepada bangsa Indonesia. Kita dapat bayangkan apa yang akan terjadi ketika sesama DWP bersikukuh dengan pendapatnya, yang satu merasa lebih berjasa dibandingkan yang lain. Saya dapat pastikan DWP akan hancur. Hal ini perlu kita hindari agar eksistensi DWP di lingkungan Kemenag terus terjaga,” tutup penasehat DWP Kemenag RI tersebut.

Di ruang yang sama, menurut Hj. Titi Kadi Ilyasin, selaku ketua DWP IAIN Samarinda agar eksistensi DWP tetap terjaga, perlu adanya Visi dan Misi yang jelas sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi.

“Untuk mencapai tujuan organisasi DWP, kita harus memiliki kerangka gerakan yang akurat. Dengan demikian, harapan dan cita-citanya dalam mencapai tujuan organisasi dapat lebih terarah,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kehadiran DWP di lingkungan Kemenag RI diharapkan mampu membawa perubahan bagi pembangunan Indonesia.

“Kesadaran kita dalam berorganisasi merupakan bentuk partisipasi perempuan dalam rangka pembangunan dan meningkatkan harkat dan martabat bangsa, maka harapan kita adalah, bagaimana kemudian melalui DWP ini kita tingkatkan pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan,” pungkas Hj. Titi Kadi Ilyasin.

Dari informasi yang terhimpun, dalam Silatnas tersebut dihadiri Ketua DWP Kemenag RI Hj. Farikhah Nizar Ali, Wakil penasehat DWP Kemenag RI, Hj. Halimah Zainut Tauhid, dan Ketua DWP PTKIN se-Indonesia.#humas (id/md)

News Feed