by

Paslon Tunggal Ketua dan Wakil Ketua Dema IAIN Samarinda, Maulana-Lindasari Sampaikan Visi Misinya

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Setelah  diselenggarakan Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) secara serentak di seluruh Fakultas IAIN Samarinda, hari ini Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM-I) menggelar pendalaman Visi Misi pasangan calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua Dema IAIN Samarinda dengan tema “Peran Dema Institut Sebagai Katalisator dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Mahasiswa”. Selasa (19/1/2021).

Diketahui, pendalaman Visi Misi tersebut merupakan rangkaian dari Pemilihan Raya (Pemira) yang akan dihelat secara online pada tanggal 25 Januari 2021 mendatang.

Sementara itu, hadir para panelis dari unsur aktivis sekaligus akademisi IAIN Samarinda, diantaranya yaitu Randi Muhammad Gumilang, M.Pd., Rega Armella, M.Pd., dan Usamah Ahmad Syahid, S.E.

Ketua KPUM IAIN Samarinda, Linda Mulyani dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Pemira tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Linda, Pandemi Covid-19 memicu pesta demokrasi mahasiswa yang dilaksanakan dengan pola baru di lingkungan IAIN Samarinda.

“Meskipun demikian, kami dan segenap penyelenggara berusaha untuk tetap melaksanakannya dengan semaksimal mungkin tanpa mengurangi asas-asas Pemira itu sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa, pasangan calon yang terdaftar hanya ada satu calon saja. Jadi, Kami harap kawan-kawan dapat menggunakan momen pendalaman Visi Misi ini dengan sebaik mungkin, agar dapat diketahui apa saja agenda si calon dalam satu tahun kedepan,” pungkasnya.

Fenomena melawan kotak kosong, menurut Dr. H. M. Abzar Duraesa, M.Ag. selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Samarinda merupakan hal yang sudah tidak asing lagi dalam dunia perhelatan demokrasi, termasuk di IAIN Samarinda, dan ini sudah kali keduanya terjadi.

“Sudah menjadi fenomena yang sering terjadi, yang paling penting semangat berdemokrasi itu harus dijaga,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan pendalaman Visi Misi di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 IAIN Samarinda.

Dr. Abzar juga mengapresiasi track record gerakan mahasiswa IAIN Samarinda yang giat mengibarkan nama baik almamater kampus.

“Sema dan Dema terus menjadi stimulus dari ribuan mahasiswa IAIN Samarinda, agar bagaimana kemudian mereka mampu menjadikan wadah organisasi internal kampus sebagai ruang untuk membangun kapasitas diri. Kalau saja ini terjaga, saya yakin aktivis mahasiswa IAIN Samarinda akan selalu diperhitungkan baik itu di daerah maupun di Nasional,” tukas Abzar.

Menyikapi perhelatan Pemira mendatang, Pimpinan Kemahasiswaan itu juga berharap agar pesta demokrasi mahasiswa IAIN Samarinda berjalan dengan lancar, aman, transparan, jujur, adil, dan demokratis.

Sementara itu, Maulana Fahrizi selaku Calon Ketua Dema IAIN Samarinda turut menjelaskan beberapa kerangka pikir yang akan dijadikan acuan dalam bergerak.

Pertama, Lingkar Rasa, maksudnya adalah mengedepankan kebersamaan demi menghasilkan gerakan nyata di lingkungan IAIN Samarinda. Kedua, Elemen Mahasiswa, ia akan menjadikan dirinya sebagai pimpinan mahasiswa, menghimpun semua kelompok tanpa ada perbedaan. Ketiga, Bergerak dan Berkarya yang merupakan implementasi dari sebuah pikiran demi menjalankan pekerjaan organisasi yang positif. Keempat, Kritis Transpormatif, analisa yang tajam pada realitas, dan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana tanggung jawab semua elemen yang dilakukan setiap kampus.

Untuk mewujudkan tersebut, Nurlindasari selaku Calon Wakil Ketua Dema IAIN Samarinda menyampaikan beberapa langkah yang akan dilakukan jika mendapatkan mandat, diantaranya yakni dengan membangun kesinergitasan antar Ormawa internal kampus, mewadahi mahasiswa dalam rangka pengembangan diri, membangun pergerakan yang kreatif, dan membangun relasi baik sesama internal maupun eksternal.

“Langkah ini akan menjadi prioritas kami jika diberikan amanah sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dema IAIN Samarinda periode mendatang,” ujar Sari mahasiswa FTIK tersebut.

Selain itu, Randi selaku panelis turut menyampaikan pertanyaan terkait dengan tema yang diusungnya.

“Apa pandangan saudara terkait dengan memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa pada tema tersebut?,” tanya Dosen FUAD tersebut.

“Sebenarnya kesejahteraan mahasiswa tersebut sejalan dengan perspektif rencana program kerja kami jika terpilih nanti. Maksudnya adalah kami akan membuka ruang-ruang diskusi mahasiswa, menerima dan menghimpun aspirasi mahasiswa, membangun kesinergitasan antar-Ormawa, dan tentu saja kami menjadi pengayom seluruh mahasiswa,” ujar Fahrizi Mahasiswa FEBI itu.

Terkait maraknya moderasi beragama di lingkungan PTKIN, Rega juga turut menyampaikan terkait langkah konkret yang akan dilakukan jika menjadi pimpinan mahasiswa.

“Ini sedang ramai diperbincangkan apalagi di lingkungan PTKIN, bagaimana anda menanggapi sebagai calon Dema Institut?,” tanya dia.

“Isu ini sudah menjadi global, jikalau kami dipilih menjadi pimpinan mahasiswa, tentu langkah yang akan kami lakukan adalah bagaimana kemudian para mahasiswa digodok materi moderasi beragama pada saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Tentu hal tersebut akan sangat baik sekali, apalagi mereka berasal dari berbagai latar belakang sekolah, seperti yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Menurut pandangan kami, cara tersebut menjadi langkah konkret agar tidak ekstrim dalam segala hal disaat menjadi mahasiswa di IAIN Samarinda,” jawab dia. .#humas (id/rh)

News Feed