by

Usai Salurkan Bantuan, Maulina Beri Testimoni Timnya Selama di Sulbar

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana yang diterbangkan ke Sulawesi Barat (Sulbar) pekan lalu asal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda merasa gembira telah berkesempatan bertemu dan membagikan langsung bantuan kepada para korban bencana Sulbar.

Kegembiraan tersebut disampaikan langsung Maulina Lukmatul Sha’adhah mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) saat memberikan testimoninya selama berada di lokasi bencana kepada media Humas IAIN Samarinda pada tanggal 8 Februari 2021 di Kantor Humas IAIN Samarinda Kampus 2 Jl. H.A.M Rifaddin Harapan Baru Loajanan Ilir Samarinda.

Diketahui, penyaluran dana tersebut merupakan hasil bakti sosial yang sebelumnya digelar aliansi mahasiswa IAIN Samarinda peduli bencana, baik diruas jalan maupun di lingkungan IAIN Samarinda. Selanjutnya disalurkan di Sulbar dan Kalsel.

“Alhamdulillah, kami sampaikan terimakasih kepada lembaga IAIN Samarinda yang telah memberikan kepercayaan kepada kedua tim untuk menyalurkan bantuan di Sulbar dan Kalsel, dengan demikian kami bisa bertemu korban dan merasakan langsung betapa pentingnya saling tolong menolong, tak ada membedakan dari golongan mana asalnya, yang ada dibenak kami adalah, mereka saudara kita yang butuh bantuan di saat itu,” ujarnya.

Mahasiswa FUAD itu juga mengatakan, selain dirinya, ia juga didampingi oleh Dosen dan tim sesama mahasiswa IAIN Samarinda yakni Dr. Abdul Majid, MA., Herman Feilani, Murniati, dan Mohammad Rafinda Tri Saputra.

“Sebetulnya ini juga jadi ajang silaturahmi beberapa PTKIN, STAIN Majene, IAIN Palopo, dan IAIN Kendari. Kami adakan pertemuan khusus untuk membahas teknis penyaluran bantuan. Sehingga dalam keputusannya dana 25.000.000.00,- dibelanjakan dalam bentuk logistik berupa beras, telur, mie, ikan asin, susu, snack buat anak-anak, air mineral, tikar, bedong bayi, selimut bayi, pembalut, terpal, senter. Kemudian disalurkan sesuai titik bencana melalui relawan dari beberapa kampus,” pungkasnya.

Usai melakukan penyaluran bantuan kepada korban bencana, selanjutnya ia dan rekan-rekannya melaksanakan trauma healing anak untuk menghilangkan rasa trauma pada anak yang terkena bencana.

“Seluruh relawan melanjutkan agenda yang belum terlaksanakan yaitu mengadakan kegiatan Trauma Healing bersama anak yang terdampak bencana, selanjutnya kami melakukan rapid test sebagai persyaratan berkendara menuju Samarinda,” kisahnya.#humas (id/rh)

News Feed