by

Seminar Nasional di IAIN Samarinda, Ketua DPD RI Sampaikan Catatan Penting Perpindahan IKN Baru

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti hadir di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda sebagai pembicara utama pada Seminar Nasional dengan tema Wawasan Kebangsaan dan Pengembangan Daerah Menyambut Ibu Kota Negara. Acara tersebut berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 Jl. H.A.M Rifaddin Harapan Baru Loajanan Ilir. Senin (5/4/2021).

Nyalla menuturkan bahwa, pemindahan IKN bukan rencana baru dari Pemerintah apalagi hanya ingin mengikuti trens yang dilakukan beberapa negara lain.

“Tentu saja ini bukan hal dadakan, bahkan Pemerintah telah melakukan kajian yang mendalam selama bertahun-tahun, sehingga kemudian terpilihlah Kalimantan Timur sebagai IKN baru dengan melibatkan dua kabupaten yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Terpenting menurut Nyalla adalah pembangunan harus dilakukan secara merata di seluruh tanah air.

“Maka gagasan IKN ini bagian daripada percepatan pembangunan melalui Konsep Indonesia Sentris, tentu saja kita berharap kedepannya memiliki pertumbuhan ekonomi nasional dengan inflasi yang rendah,” tuturnya.

Ia juga menilai, Kalimantan Timur merupakan daerah yang sangat strategis untuk menjadi Ibu Kota Negara, sehingga mampu mengalahkan beberapa daerah yang sempat menjadi kandidat. Setidaknya, Kaltim memiliki jumlah bencana yang minimal, baik banjir, gempa bumi maupun tsunami, berada di tengah wilayah Indonesia, dekat dengan perkotaan, memiliki infrastruktur relatif lengkap, termasuk lahan pembangunan IKN yang cukup luas dengan 180 hektar.

Sebelum mengakhiri, Ketua DPD RI itu juga menyampaikan beberapa catatan penting terkait dengan pemindahan IKN ke Kaltim yang nantinya terpusat pada Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Pertama, terkait dengan indentitas dan karakter bangsa disaat pemindahan IKN ke Kaltim.

“Saya ingin menyampaikan catatan penting dalam pemindahan IKN ke Kaltim ini, bahwa yang paling mendasar harus menjadi kerangka berpikir kita semua dalam menyusun dan merencanakan pembangunan IKN ini adalah identitas dan karakter bangsa Indonesia yang wajib tercermin dalam bangsa ini. Misalnya saja pada negara maju, karakter dan indentitas sangat tampak ketika kita memasuki Ibu Kota Negaranya, taruhlah disaat kita berada di Beijing Tiongkok dan Kota Shanghai. Itulah pentingnya IKN baru di Kaltim harus benar-benar tampak konsepnya,” pungkasnya.

Kedua, Nyalla juga menyampaikan terkait isu global terutama yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

“Catatan ini juga penting, sehingga masyarakat dapat mengenal istilah konstruksi hijau, pembangunan dengan pola konstruksi, dari perencanaan hingga pelaksanaan, memakai produk yang ramah lingkungan dan efisien dalam pemakaian sumber daya,” ujarnya.

Ketiga, pembangunan kota modern dan berkelanjutan.

“Karakteristik modern city dan sustainable city ditandai dengan adanya masyarakat modern di suatu kota yang memiliki tujuan masa depan, dan berpikir jauh ke depan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Keempat, adalah perspektif keamanan Ibu Kota Negara.

“Sebuah Ibu Kota Negara harus mempertimbangkan aspek sosial serta budaya masyarakatnya, sehingga tidak memiliki resistensi dan potensi konflik terhadap pemindahan IKN,” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan indikator perspektif keamanan ialah indeks demokrasi, kerukunan, pembangunan SDM. Sedangkan dalam perspektif pertahanan Negara harus mempertimbangkan posisi geografis, insfratruktur, tidak rentan serangan eksternal sehingga dapat diukur indikatornya pada kerawanan bencana, kekuatan militer global dan keamanan cyber global.

Dari pantauan media ini, selain Ketua DPD RI, juga turut hadir sejumlah Senator, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia M. Basoeki Hadi Moeljono (pembicara via Zoom), Staf Ahli Menneg PPN Bapennas, utusan Gubernur Kaltim dan Bupati Penajam Paser Utara, Rektor IAIN Samarinda Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M. Pd., para Wakil Rektor, Dosen, dan Mahasiswa di lingkungan IAIN Samarinda dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti peserta terbatas dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan serta disiapkannya hand sanitizer.

Turut memberikan sambutan Rektor IAIN Samarinda Prof. Ilyasin menyatakan kesiapan IAIN Samarinda dalam menghadapi perpindahan IKN ke Kaltim, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mentransformasikan IAIN Samarinda manjadi Universitas Islam Negeri yang merepresentasikan kedua Provinsi, yakni Kaltim dan Kaltara.

“Saya pikir ini langkah nyata kita untuk mencetak dan menyiapkan SDM yang lebih berkualitas lagi, apalagi ke depan Kaltim akan menjadi IKN, selain itu IAIN Samarinda juga mendapatkan hibah dari pemerintah Penajam Paser Utara untuk pembangunan kampus 3 di daerah IKN, dan saat ini sedang persiapan pembukaan fakultas baru serta program doktor di Pascasarjana,” tutur Rektor.#humas (id)

News Feed