by

Aksi Peduli Lingkungan, Mahasiswa IAIN Samarinda Jadi Peserta Program Indonesia Dedication and Empowerment di NTB

-Mahasiswa-439 views

LOMBOK, IAIN NEWS,- Doddy Alpayet, Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda berhasil menjadi salah satu dari 20 peserta Program Indonesia Dedication and Empowerment (IDE) tahun 2020 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan tema Ekspedisi Merekat Adat (EMA). Kegiatan yang di mulai sejak tanggal 13 hingga 19 Maret 2021 tersebut didampingi langsung oleh 50 fasilitator yang berkompeten di setiap divisi.

Program kerja dan pengabdian masyarakat untuk ekspedisi tahun 2020 ini dilaksanakan selama 1 minggu di NTB, tepatnya di Dusun Limbungan Barat, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Ekspedisi ini tidak hanya bertujuan untuk mengenal adat istiadat masyarakat di Limbungan Barat, namun juga bertujuan untuk memaksimalkan potensi pemuda pemudi Indonesia untuk berkontribusi dan berinovasi bagi perkembangan dan kemajuan daerah tertinggal.

Kepada media ini, Doddy akrab sapaannya itu menuturkan kebahagiaannya bisa mendapatkan kesempatan mengabdi dan merasakan kehangatan masyarakat Lombok dengan suasananya yang menyejukkan mata.

“Saya bersyukur karena bisa melihat masyarakat Lombok walaupun hanya sekilas, tapi hati dan mata saya terkesan akan suasana Lombok. Begitu juga dengan masyarakatnya dengan pekerjaan sebagai petani sangat memikat pandangan mata karena terlihat dari penataan tanggul pembatas sawah di setiap petakan dan parit-parit yang tersedia serta perawatan sawah tersebut pun sangat terjaga,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pecinta Alam (GEMPA), Doddy merasa perlu melakukan sosialisasi dan inovasi sebagai wujud kepeduliannya terhadap lingkungan masyarakat Limbungan Barat.

“Program yang saya lakukan adalah membuat wadah tempat wudhu untuk masyarakat Limbungan Barat dan dibantu oleh masyarakat setempat. Selain itu, saya dan rekan-rekan divisi lingkungan bersosialisasi ke sekolah dasar dan masyarakat Limbungan Barat tentang penguraian sampah dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kami tidak hanya bersosialisasi, tetapi juga membuat salah satu papan pemberitahuan tentang tata cara penguraian sampah tersebut,” jelas Doddy.

Di hari selanjutnya, mahasiswa BKI itu melakukan kerja bakti dan mengikuti kegiatan adat masyarakat Limbungan Barat.

“Kami mengadakan aksi peduli lingkungan dan gotong royong bersama warga untuk kerja bakti di Dusun Limbungan Barat. Setelah itu, kami diajak Kepala Adat dan Kepala Dusun untuk mengikuti upacara adat yang dilakukan setahun sekali. Upacara tersebut dinamakan “Bombongi” dimana agenda tersebut menurut kepercayaan masyarakat adalah upacara sebelum mereka berladang,” ungkapnya.

Di akhir kegiatannya, Doddy bersama kawan divisi lainnya melakukan perpisahan dan membuat video dokumenter untuk mengenang kebersamaan selama di Limbungan Barat dan berharap dengan adanya program ini, masalah yang ada di lingkungan khususnya di daerah Limbungan Barat bisa terpecahkan bersama dengan kerja sama dan kontribusi dari para delegasi, IDE Indonesia, dan Pemerintah.

“Kami divisi lingkungan dan divisi lainnya melakukan acara perpisahan kepada masyarakat dan memberikan cindera mata dan video dokumenter kepada masyarakat adat Limbungan Barat, dan masalah yang ada di lingkungan di manapun itu, terkhusus di daerah Limbungan Barat bisa terpecahkan bersama dengan kerja sama dan kontribusi dari para delegasi, IDE Indonesia, dan Pemerintahan,” pungkasnya.# humas (mhs/rh/id)

News Feed