by

Peringati Hari Kartini, Dharma Wanita Persatuan IAIN Samarinda Gelar Seminar Penanganan Bullying

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda gelar seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tema Penanganan dan Pencegahan Bully di Ruang Rapat Kampus I IAIN Samarinda, Jl. Abul Hasan No. 3. Rabu (21/4/2021).

Seminar ini diselenggarakan sebagai wujud pelaksanaan program kerja Bidang Pendidikan DWP IAIN Samarinda yang menjalin kerja sama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA).

Di ruang yang sama, hadir Hj. Nuraida Wahyu, M.Psi selaku Ketua Himpunan Psikologi Kalimantan Timur dengan membawa topik “Dampak Psikologi dan Peran Orang Tua dalam mencegah Bully” dan Ustadz Haidir Rahman Lc., M.Ud. selaku Pengasuh Program Pengkaderan DAI Pusat Studi Hadist Misykat Al-Hijaz membahas “Nabi Yusuf Korban Bully”.

Nur Wati Syamsir selaku Ketua Panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur Pascasarjana dan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Samarinda yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan acara seminar yang bertepatan dengan Hari Kartini ini.

“Terima kasih kepada Direktur Pascasarjana dan PSGA IAIN Samarinda yang telah berkenan ikut serta menyukseskan dan memfasilitasi acara ini. Dalam seminar ini, kami mengangkat tema bully karena meningkatnya bullying di banyak ruang lingkup, di masyarakat, rumah tangga, dunia pendidikan, komunitas remaja, bahkan di media sosial,” tuturnya.

Di ruang yang sama, Hj. Titi Kadi Ilyasin, M.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan alasan pelaksanaan seminar pencegahan bully yang bertepatan dengan perayaaan Hari Kartini.

“Kenapa dua kegiatan ini kita laksanakan secara bersama – sama? Karena sedikit banyaknya ini ada saling keterkaitan. Seperti kita ketahui tindakan bullying itu sudah terjadi dan dilakukan sejak zaman dulu, termasuk pada masa kehidupan R.A Kartini dimana pada masa itu tindakan bully atau penindasan marak terjadi kepada kaum perempuan dan rakyat jelata,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Titi Kadi juga menyampaikan peran orangtua sebagai pemeran utama dalam pengenalan tindakan bully.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita sebagai orangtua bisa memberikan contoh berperilaku yang baik kepada anak, kita harus menjadi teladan bagi anak, terutama dalam hal bersikap dan berperilaku terhadap orang lain, dan bagaimana sikap kita terhadap tindakan bullying, memberikan pengenalan agar mereka dapat memahami bagaimana bully dan bagaimana cara menyikapinya,” tuturnya.

Sebelum menutup sambutannya, Ketua DWP IAIN Samarinda itu memberikan motivasi kepada para perempuan untuk terus berkarya dan mencegah tindakan bully dengan mengilhami Q.S. Al-Hujurat ayat 11. “Kalau kita melihat dari perspektif Agama, Agama Islam telah melarang pembullyan baik dalam bentuk apapun. Al-Qur’an menyebutkan larangan ini dalam surat al-Hujurat ayat 11. Resapi dengan baik, hayati, dan hindari tindakan demikian, cegah dengan semangat raden ajeng Kartini. Mari semua, kita mencegah tindakan bullying ini, jaga dan rangkul anak-anak kita, saling sharing and caring agar tidak ada korban selanjutnya,” tutupnya.

News Feed