by

Dukung Perkembangan Industri Produk Halal, FASYA IAIN Samarinda Sukses Selenggarakan International Conference

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Fakultas Syariah (FASYA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda sukses selenggarakan International Conference hari pertama yang disiarkan langsung melalui Zoom Meeting, youtube Fakultas Syariah Samarinda Channel, dan live instagram @fasyazone.id. Kamis (27/5/2021).

Maisyarah Rahmi HS, Lc., M.A., Ph.D. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa International Conference dengan mengusung tema “On Halal Industri and Halal Product Guarantee Systems” akan menghadirkan 27 pembicara yang berasal dari Indonesia dan Malaysia. Ibu May biasa disapa, juga menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan dalam 5 hari terhitung mulai tanggal 27 Mei sampai dengan 4 Juni 2021 ini telah berhasil mengumpulkan kurang lebih sebanyak 500 pendaftar.

Pada kesempatan berikutnya, Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., Wakil Rektor I IAIN Samarinda dalam sambutannya menyampaikan bahwa Industri halal memang menjadi kencendrungan di masyarakat, bukan hanya muslim, tapi juga bagi masyarakat non muslim. Hal ini menjadi bukti bahwa produk halal telah dipercaya dan terjamin kebersihan serta kebaikan produknya.

“Dengan berbagai peluang dan tantangan yang ada dan luas cakupan pasar yang ada, tentu Industri halal sangat berpotensi untuk dikembangkan di indonesia. Mulai dari makanan halal, minuman halal, sampai pariwisata halal. Produk halal juga menerima respon yang baik karna dapat memberi jaminan atas keamanan produknya. Memberikan rasa aman sebagai jaminan bahan baku nya juga aman.” imbuh Dr. Nasir.

“Lembaga juga mengucapkan apresiasi luar biasa kepada Fakultas Syariah, juga ucapan terima kasih kepada IIUM, Unit Layanan Strategis Halal Center Unmul, BPJPH Kemenag RI, MUI Kaltim, dan semua pihak yang terlibat atas terselenggarakannya kegiatan ini.” tambahnya.

Pembukaan International Conference ditutup dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari 4 orang Narasumber yaitu Prof. Dr. Irwandi Jaswir (International Islamic University Malaysia), Dr. H. Ahmad Umar (Head of Center Guadance and Supervision BPJPH Kementerian Agama RI), Sulistyo Prabowo, S.TP., M.P., M.PH., Ph.D. (Ketua Unit Layanan Strategis Halal Center Universitas Mulawarman), dan Dr. Bambang Iswanto, M.H. (Dekan Fakultas Syariah IAIN Samarinda).

Prof. Dr. Irwandi Jaswir sebagai narasumber pertama membahas tentang Halal Industry Ecosystem. Prof. Irwandi, yang merupakan penerima penghargaan ‘King Faisal International Prize 2018′ dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam), menyampaikan bahwa salah satu kelemahan pengaplikasian sistem halal di Indonesia adalah belum adanya halal ekosistem yang sesuai.

“Banyak orang yang berbicara tentang industri halal, tapi tidak tahu bagaimana caranya agar dapat berkontribusi untuk industri halal tersebut. Inilah yang menjadi penyebab meskipun ada banyak muslim didunia, tapi kita belum menjadi pemain utama dalam mengembangkan industri halal ini.”

“Ekosistem Industri Halal yang saat ini berlaku di Malaysia yaitu terdiri dari Produksi (Productions), Layanan (Service), Infrastruktur, Dukungan Pemerintah, dan aset SDM Unggul (Human Capital). Inilah yang coba kami terapkan dan perhatikan untuk memperkokoh pergerakan industri halal kami.” tambahnya.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Irwandi juga membahas tentang 3 isu utama yang juga perlu diperhatikan dalam produk halal yaitu meliputi bahan dasarnya, prosesnya, dan keasliannya (authentication).

Selanjutnya, Dr. H. Ahmad Umar menjelaskan tentang Kebijakan Pengawasan dan landasan aturan terkait Jaminan Produk Halal (JPH). Adapun salah satu hal yang tidak luput dari pengawasan JPH adalah masa berlaku sertifikat halal, kehalalan produk, pencantuman label halal, pencantuman keterangan tidak halal, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan JPH. Dr Ahmad Umar juga menyampaikan bahwa JPH adalah sebuah kepastian hukum terhadap kehalalan produk yang dibuktikan dengan sertifikat halal, sehingga sosialisasi tentang pengawasan JPH kepada pelaku usaha dan masyarakat menjadi salah satu perhatian lembaga ini.

Pada kesempatan berikutnya, Dr. Sulistyo Prabowo, S.Tp., M.P., M.Ph., Ph.D. menyampaikan tentang implementasi Sistem Jaminan Halal atau Halal Assurance System (HAS) pada industri pangan di Kalimantan Timur. Dalam pemaparan materi awalnya, Dr. Sulistyo menjelaskan tentang perkembangan Halal di Indonesia yang dimulai dari SKB Menteri Kesehatan dan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1985 tentang Pencantuman Tulisan “Halal” pada Label Makanan hingga peraturan tentang wajib bersetifikat halal untuk produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia diberlakukan secara efektik sejak 17 Oktober 2019. Namun implementasi jaminan halal yang berlaku di Kalimantan Timur saat ini belum dapat ditunjang dengan petugas yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Selain itu, informasi penting terkait sertifikat halal di Kalimantan Timur belum bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, insyaallah Unit Layanan Strategis Halal Center Universitas Mulawarman akan melakukan kolaborasi dengan Pusat Kajian Halal (PUKAHA) IAIN Samarinda untuk menjawab problematika tersebut.” tutupnya.

International conference hari pertama ini kemudian ditutup dengan penjelasan materi dari Dr. Bambang Iswanto, M.H. yang membahas tentang “Kebijakan dan Upaya Mendorong Industri Halal”. Dalam pembahasannya, Dr. Bambang membagi faktor pendorong utama pengembangan industri halal menjadi 4, yaitu konsumen, pelaku usaha, Pemerintah, dan investor. Selain itu, disampaikan juga bahwa ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang juga menjadi bagian dalam pengembangan industri halal tersebut.

Tidak hanya itu, Dr. Bambang juga menggambarkan tentang rencana implementasi pengembangan industri halal, pengembangan kawasan industri halal (KIH) dan Peluang Industri Halal di kawasan khusus, serta tantangan dan kebijakan pengembangan industri halal tersebut.

News Feed