by

Hari Kedua International Conference, FASYA IAIN Samarinda Hadirkan Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan LPPOM-MUI Kaltim

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Fakultas Syariah IAIN Samarinda selenggarakan International Conference hari kedua yang disiarkan langsung melalui Zoom Meeting, YouTube Fakultas Syariah Samarinda Channel, dan live instagram @fasyazone.id dengan mengusung tema “International Conference on Halal Industry: Prosedur Sertifikasi Halal” yang menghadirkan Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan LPPOM-MUI Kaltim, Marjan Wahyuni, S.KM., M.Si. Kamis (27/5/2021).

Marjan Wahyuni, S.KM., M.Si. yang akrab disapa dengan Ibu Marjan menyampaikan bahwa penjelasan tentang prosedur sertifikasi halal ini akan menghilangkan adanya perspektif masyarakat bahwa proses untuk memperoleh sertifikat halal ini dianggap tidak mudah.

“Kebijakan dan prosedur sertifikasi halal ini disosialisasikan agar Bapak/Ibu dapat memahami bagaimana sih prosedur sertifikasi halal. Jangan sampai image yang berkembang diluar, saya kok ngurus sertifikat halal tapi susah, rumit, dan ribet.”

“Kebijakan halal dirumuskan dan ditegakkan oleh LPPOM MUI untuk mengarahkan perusahaan dalam mengelola produk halal untuk memperoleh sertifikat halal. Ada prosedur yang perlu diperhatikan dalam penerbitan sertifikasi halal ini, mulai dari pendaftaran, persetujuan, dan sistem audit.” tambahnya.

Ibu Marjan juga menyebutkan bahwa seluruh industri pengolahan, restoran, katering, dapur, dan perusahaan jasa dapat mengajukan pendaftaran untuk sertifikasi halal tersebut. Dengan adanya sertifikasi halal maka akan memberikan rasa yakin dan aman dari masyarakat kepada produk dari produsen.

“Semua produk apapun yang dihasilkan sebaiknya di sertifikasi halal. Bukan hanya makanan dan minuman atau kosmetik, bahkan fasilitas rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan lainnya pun diberi sertifikat halal. Namun ada beberapa kendala seperti katering di samarinda yang sudah sertifikasi halal masih minim, ini tentu menjadi tantangan bagaimana kita mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal ini kepada pegiat usaha.” ungkap Ibu Marjan.

Secara singkat, Ibu Marjan menjelaskan prosedur sertifikat halal dimulai dengan proses registrasi pelaku usaha melalui BPJPH secara offline di PTSP Kanwil Kemenag RI terdekat untuk mendapat surat rekomendasi sertifikat halal, kemudian melakukan registrasi online CEROL SS 23000 atau secara offline di LPPOM MUI, jika disetujui maka selanjutnya akan masuk ke proses audit sebelum sertifikat halal diterbitkan.

Proses pendaftaran sertifikasi halal secara online dapat dilakukan melalui sistem CEROL LPPOM MUI Provinsi dengan website www.regs.e-lppommui.org.

News Feed