by

Koordinator Humas laksanakan Survei Calon Penerima KIP, Agus Prajitno: Ada Banyak Cerita yang Menginspirasi dari Sebuah Perjuangan Menempuh Pendidikan

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Koordinator bersama staf Humas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda lakukan survei kelayakan calon penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) pada mahasiswa baru jalur penerimaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2021 pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda yang berdomisili di wilayah Kota Samarinda dan sekitarnya pada tanggal 19 Mei sampai dengan 20 Mei 2021.

KIP-Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi mahasiswa lulusan SMA/Sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. KIP-Kuliah diharapkan mampu memberikan akses kepada seluruh siswa/i di Indonesia yang terkendala biaya untuk menggapai cita-cita melalui pendidikan perguruan tinggi. Program ini adalah salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia melalui berbagai upaya cerdas, sehingga perlu dilakukan survei kepada calon penerima agar tujuan dari program ini tepat sasaran dan dapat diwujudkan.

Usai survei, Agus Prajitno, S.Si.T., M.Eng., Koordinator Humas IAIN Samarinda menyampaikan apresiasi dan kekaguman terhadap calon penerima KIP-Kuliah yang tetap berprestasi dan bersemangat dalam menempuh pendidikan meskipun berada di tengah keterbatasan ekonomi.

“Ada banyak cerita yang bisa menginspirasi. Kita patut bersyukur dan berbangga, karena di tengah kesederhanaan dan kendala ada perjuangan dan semangat anak-anak Indonesia untuk terus menuntut ilmu. Jangan sampai putus, karena kuatnya semangat calon penerima KIP-Kuliah ini adalah untuk memajukan pendidikan Indonesia sebagai sarana mencetak generasi unggul,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Agus Prajitno, S.Si.T., M.Eng. juga menggambarkan kondisi calon penerima KIP-Kuliah yang dipastikan sangat layak untuk menerima bantuan ini.

“Beberapa memiliki kisah dan kendala yang sama. Bisa disampaikan diantaranya ada mahasiswa yang masih menyewa atau mengontrak di rumah sederhana bersama keluarga. Selain itu ada mahasiswa yang penghasilan orang tuanya hanya Rp. 1.500.000,- sehingga perlu mencari tambahan penghasilan lain, ada yang mencoba membuka usaha dengan penghasilan tidak menentu, dan ada juga yang orang tuanya menjadi buruh lepas,” ungkapnya kepada media.

Koordinator Humas IAIN Samarinda itu juga menuturkan bahwa di masa pandemi ini kesulitan yang terjadi tidak menghentikan semangat belajar dan berprestasi.

“Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 ini cukup memberi dampak pada keadaan ekonomi masyarakat kita. Tapi yang bisa kita ambil hikmah adalah bagaimana mereka tetap bisa belajar dan berprestasi di tengah kondisi dan kendalanya. Semoga semangat ini juga sampai kepada mahasiswa/mahasiswi yang mendapat kecukupan ekonomi dan dukungan penuh dari orang tua, sehingga kita benar-benar bisa mewujudkan sumberdaya manusia yang unggul,” tutup Agus Prajitno, S.Si.T., M.Eng.

Di waktu yang berbeda, Faizatul Fitriani, S.Pd. salah satu staf Humas menuturkan bahwa menjadi mahasiswa itu berarti menjadi pribadi yang mandiri dan tidak bergantung serta terus menggali potensi dan berprestasi.

“Pada hasil survei kemarin, didapati ada mahasiswa yang rela mencari kerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya agar tidak bergantungan kepada kakak kandungnya yang telah memberikan tempat tinggal selama berada di Samarinda. Meski hidup jauh dari kemewahan, mahasiswa ini tetap berprestasi dan membuktikan bahwa dirinya layak untuk menerima KIP-Kuliah,” imbuh salah satu staf Humas.

News Feed